Breaking News:

Larangan Mudik Diprediksi Berimbas Kemacetan Dalam Kota, Dishub Depok Terjunkan Ratusan Personel

Larangan mudik diprediksi berimbas meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan raya, yang hendak berkunjung ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana (tengah) - Larangan mudik diprediksi berimbas meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan raya, yang hendak berkunjung ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pemerintah telah menetapkan larangan mudik di wilayah Aglomerasi (pemusatan kawasan tertentu). 

Larangan ini diprediksi bakal berimbas pada meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan raya, yang hendak berkunjung ke tempat wisata atau pun pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya akan memfokuskan pengawasan di titik yang berpotensi terjadi keramaian di jalan raya.

"Tempat-tempat kan dibatasi sampai 30 persen. Misalnya mal-mal kan dibatasi sampai 30 persen maka otomatis menurunkan jumlah angkutan. Tapi warga kan ingin ya pada masa-masa tanggal 12 sampai 16 itu pergi ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan," ujar Dadang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/5/2021).

"Makanya kami mensosialisasikan tempat wisata dan melalui Disporyata dan melalui pusat perbelanjaan melalui Dinas Dagin. Dan untuk pergerakan orang di jalan, itu TNI, Polri, dan kami Dinas Perhubungan," timpalnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana saat dijumpai wartawan, Rabu (13/3/2019)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana saat dijumpai wartawan, Rabu (13/3/2019) (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Dadang menuturkan, pihaknya menerjunkan ratusan personel untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi.

"Kami backup dengan 150 personel, di pos lebih kurang 33 orang per shif. Tapi untuk pengaturan lalu lintas. Sebetulnya total ada 200 orang kekuatan kita untuk gatur nanti," ujarnya.

Baca juga: Atta Halilintar Geram Aurel Didoakan Meninggal, Pelaku Minta Maaf: Tetap Dilaporkan ke Polisi?

Baca juga: Pemanasan Sebelum Final Liga Champions, Manchester City Tantang Chelsea di Liga Inggris Malam Ini

Baca juga: Ulang Tahun ke-52, Anies Baswedan Didoakan Jadi Presiden Indonesia di Tahun 2024

Soal titik kemacetan, Dadang berujar baru diprediksi bakal terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan.

"Di pusat perbelanjaan untuk saat ini, destinasi wisata belum kelihatan. Tapi nanti pada H+1 Idul Fitri, kemungkinan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu itu kemungkinan waktu-waktu yang sangat kritis. Itu harus semua berkonsentrasi di situ," pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved