Breaking News:

Resmi! Pemerintah Kota Tangerang Larang Warganya Mudik di Wilayah Aglomerasi Jabodetabek

Pemerintah Kota Tangerang resmi melarang warganya untuk mudik di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (26/9/2019) - Pemerintah Kota Tangerang resmi melarang warganya untuk mudik di wilayah aglomerasi Jabodetabek. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang resmi melarang warganya untuk mudik di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, keputusan larangan mudik ini mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 yang meniadakan mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

"Karena aturan dari pusat melarang mudik, baik di dalam wilayah aglomerasi maupun di luar wilayah," kata Arief saat dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Maka dari itu, Pemkot Tangerang bersama stakehokder mendirikan pos penyekatan di sejumlah titik.

Posko akan berdiri untuk memantau pergerakan pemudik di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat menghadiri pembukaan Lulu Hypermarket di Cimone, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (25/3/2021).
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat menghadiri pembukaan Lulu Hypermarket di Cimone, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (25/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Baik pemudik yang akan masuk atau keluar dari wilayah Kota Tangerang. Kecuali, bagi masyarakat yang sesuai dengan ketentuan terdapat di SE larangan mudik," terang Arief.

Menurutnya, perjalanan non-mudik lintas aglomerasi masih diperbolehkan selama dalam koridor dinas atau urusan pekerjaan.

Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, PPDB DKI Jakarta 2021 Sepenuhnya Dilaksanakan Secara Online

Baca juga: Dimulai 7 Juni, Simak Jadwal Lengkap PPDB Online DKI Jakarta SD, SMP, SMA Tahun Ajaran 2021

Baca juga: Kabar Bagus, 1,3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Kembali Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

akan tetapi jika ditemukan indikasi mudik di posko-posko penyekatan maka akan dilarang.

"Petugas di lapangan akan bisa membedakan mana yang mudik dan bukan, bagi yang bekerja bisa menunjukan surat tugas dari tempat kerja," ujar Arief.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved