Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kerumunan di Mal Hingga Kasus Covid-19 Varian India, Gerindra Minta Satgas Covid-19 Tangsel Tegas

Sejumlah permasalahan Covid-19 belakangan muncul di Tangerang Selatan (Tangsel), dari mulai kerumunan di mal hingga paparan virus corona

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Tangkap layar Instagram @li_claudia_chandra, Minggu (9/5/2021).
Wakil Ketua DPRD Tangsel dari Partai Gerindra Li Claudia Candra. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sejumlah permasalahan Covid-19 belakangan muncul di Tangerang Selatan (Tangsel), dari mulai kerumunan di mal hingga paparan virus corona varian India.

Seperti diketahui, paparan varian Covid-19 India ditemukan pada dua warga Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utata.

Keduanya terpapar pada awal April dan dinyatakan sembuh pada pertengahan April 2021.

Wakil Ketua DPRD Tangsel dari Partai Gerindra, Li Claudia Candra, mengatakan, dua kasus tersebut harus menjadi peringatan kewaspadaan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. 

Jangan sampai virus varian baru itu tersebar semakin luas.

"Sangat mengkhawatirkan di tengah tren kenaikan angka kasus covid 19 di beberapa negara tetangga dan juga adanya jenis varian dari Covid-19," ujar Li Claudia Candra atau yang karib disapa Alin, dalam keterangan resminya, Minggu (9/5/2021).

Selain perkara corona jenis baru yang masih dalam penelitian, permasalahan lain adalah terkait kerumunan di pusat perbelanjaan atau mal.

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Pastikan 2 Warga Tangsel Terpapar Virus Corona Varian India Sudah Sembuh

Baca juga: Hasil Tes WGS Kemenkes Lama, Dinkes Duga Virus Corona Varian India Sudah Meluas di Tangsel 

Baca juga: Serpong Utara Ring 1 Pengetatan Protokol Kesehatan Pasca-Temuan Kasus Virus Corona Varian India

Alin memaparkan, empat hari menjelang lebaran seperti saat ini, mal dipenuhi pengunjung, dari mulai buka puasa bersama atau berbelanja pakaian baru untuk Idul Fitri.

"Hal ini memang bak dua sisi mata pisau baik karena ada pergerakan ekonomi, ada perputaran uang masyarakat dan daya beli kembali meningkat," ujarnya. 

Alin meminta Pemkot Tangsel dengan Satgas Covid-19nya turun langsung ke lapangan, dan bertindak tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Alin tak ingin, prokes di mal hanya sebatas pemeriksaan suhu dan cuci tangan yang terkesan formalitas, namun kerumunan dibiarkan.

Jangan sampai ramainya mal yang memutar roda ekonomi, membuat klaster penularan Covid-19 baru.

"Saya meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Gugus Tugas Penanganan Covid 19 bisa mengkoordinasikan dinas terkait antara Dinas Kesehatan, Perdagangan dan Satpol PP untuk bertindak Tegas dan Preventif agar Penerapan Protokol Kesehatan 5M harus benar benar pelaksanaannya," ujar wanita yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Tangsel itu.

Jangan sampai hari raya Idul Fitri yang harusnya menjadi hari kemenangan dan suka ria, justru menjadi bencana karena lonjakan kasus Covid-19

"Kami tidak ingin adanya peningkatan kasus pasca hari raya. Dan saya juga menghimbau masyarakat jangan terlena yang sudah vaksin atau pun belum vaksin harus tetap disiplin menjalankan prokes 5M Covid belum selsasi," imbau Alin. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved