Breaking News:

Palsukan Hasil Swab PCR Demi Naik Pesawat, Taktik Ahli IT Berbuah Kecurigaan Petugas

Seorang ahli IT Erwin Achmad Sirojudin kepergok melakukan pemalsuan surat hasil swab PCR di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sabtu (8/5/2021).

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Tribun Jateng/Rahdyan Pamungkas
Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novitasari tunjukkan surat keterangan swab dipalsukan calon penumpang pesawat Erwin Achmad Sirojudin saat hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Seorang ahli IT Erwin Achmad Sirojudin kepergok melakukan pemalsuan surat hasil swab PCR untuk keperluan naik Pesawat di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sabtu (8/5/2021). 

"Saya merupakan tim Commisioning yang bertugas mengecek alat-alat. Bisa disebut saya kontraktor. Saya di Semarang hanya temporari aja tidak lama sekitar dua mingguan," kata dia.

Ia mengaku baru pertama kali melakukan hal tersebut.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novitasari tunjukkan surat keterangan swab dipalsukan calon penumpang pesawat Erwin Achmad  Sirojudin saat hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novitasari tunjukkan surat keterangan swab dipalsukan calon penumpang pesawat Erwin Achmad Sirojudin saat hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Tribun Jateng/Rahdyan Pamungkas)

Hal ini dilakukannya karena terdesak waktu untuk melakukan perjalanan dinas.

"Saya melakukan ini karena kepepet waktu aja. Saya selesai kerja saja tadi malam pukul 12.00," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Intibios Lab Semarang, Benidiktus Widoatmoko menuturkan bahwa pihak kepolisian dan PT Angkasa Pura menelpon kantornya untuk memastikan surat tersebut dikeluarkannya.

Pihaknya mengapresiasi kepolisian karena telah mendeteksi kejanggalan.

"Bisa dilihat penerimaan sample tanggal 8 Mei 2021 dan pemeriksaan di tanggal yang sama. Padahal kami baru pukul 08.00, dan kami belum mengeluarkan hasil di tanggal itu," ujar dia.

Beni menuturkan data pemeriksaan pasiennya ngelink ke seluruh instasi pemerintahan. Namun saat dicek di sistem tidak keluar nama Erwin yang mengaku melakukan pemeriksaan.

"Dari situ kami ke bandara untuk memastikan surat itu, dan setelah di cek palsu," ujar dia.

Menurut dia, format surat yang dipalsukan Erwin merupakan model lama. Pihaknya telah mengalami dua kali surat model lama tersebut dipalsukan.

Baca juga: Manajer Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas Ternyata Sedang Bangun Rumah Mewah, Begini Penampakannya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved