Breaking News:

Debt Collector Kepung Anggota TNI

Hukuman Berat Menanti 11 Debt Collector, Keluarga Histeris Lihat Pengepung TNI Digiring ke Tahanan

Hukuman berat menanti 11 orang debt collector yang melakukan pengadangan terhadap Serda Nurhadi.

Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus berbincang dengan para pelaku narkoba dan kepemilikan senjata api, di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hukuman berat menanti 11 orang debt collector yang melakukan pengadangan terhadap Serda Nurhadi.

Sebanyak 11 orang debt collector yang mengadang Serda Nurhadi telah ditetapkan tersangka dan diancam hukuman sembilan tahun penjara.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi menjelaskan para pelaku dijerat dengan Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, jo Pasal 53 KUHP tentang pecobaan tindak kejahatan, dan atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan jo Pasal 53 KUHP tentang pecobaan tindak kejahatan.

"Sehingga yang bersangkutan ancamannya sembilan tahun penjara dan saat ini masih proses penyidikan di polres Jakarta Utara," kata Nasriadi saat konferensi pers di Makodam Jaya Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Nasriadi mengatakan meskipun Koordinator dari 10 orang debt collector tersebut, Hendry, telah meminta maaf kepada Serda Nurhadi dan TNI Angkatan Darat namun proses penyidikan terhadap para tersangka tetap dilanjutkan.

Nasriadi mengatakan saat ini proses penyidikan perkara tersebut masih ditangani oleh Satreskrim Polres Jakarta Utara.

Tangkapan layar detik-detik (foto kiri dan kanan) sejumlah debt collector mengerubungi dan memaksa mengambil alih mobil warga yang dikemudikan Babinsa Serda Nurhadi (tengah) di depan Gerbang Tol Koja, Jakarta Utara, Kamis (6/5/2021) lalu.
Tangkapan layar detik-detik (foto kiri dan kanan) sejumlah debt collector mengerubungi dan memaksa mengambil alih mobil warga yang dikemudikan Babinsa Serda Nurhadi (tengah) di depan Gerbang Tol Koja, Jakarta Utara, Kamis (6/5/2021) lalu. (Istimewa/Pendam Jaya)

"Walaupun perkara ini saudara Hendry sebagai ketua koordinator telah meminta maaf, tetapi kita masih melakukan proses penyidikan. Artinya proses masih berlanjut tentang ke-11 pelaku ini di Satreskrim Polres Jakarta Utara," kata Nasriadi.

Ketika ditanya apakah ada indikasi para pelaku menggunakan narkoba ketika melakukan aksi pengadangan Serda Nurhadi yang sedang membawa masyarakat sakit dan kemudian viral tersebut, Nasriadi mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait hal itu.

Baca juga: Kondisi Sapri Pantun di RS Makin Menurun, Istri Curhat Pilu Sebentar Lagi Lahiran: Dia Mikirin Saya

Baca juga: Info BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 16 Wilayah Indonesia Selasa 11 Mei 2021

Baca juga: 10 Manfaat Zakat Fitrah Sebelum Hari Raya Idul Fitri, Ladang Pahala hingga Sarana Penghapus Dosa

"Kita masih proses, kita masih proses mereka cek narkoba, tinggal tunggu hasilnya," kata Nasriadi.

Sebelumnya, dalam konferensi pers siang hari ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memaparkan konstruksi perkara yang sebenarnya terjadi terkait ditangkapnya 11 orang debt collector tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved