Ziarah Makam

Makam Keramat Tajug Tubagus Atif: Ketinggian Tanah Naik 110 Meter Hingga Kerap Diziarahi Caleg

Tubagus Muhammad Atif merupakan penyebar Islam pertama di kawasan Tangsel, atau yang dulu disebut wilayah Benteng Selatan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Dari depan Keramat Tajug, Serpong, Tangsel, Minggu (9/5/2021). 

Saat itu, tugas Tubagus Atif juga membantu warga Tangsel memerangi Belanda yang masih menjajah Nusantara.

"Maka diutuslah Tubagus Afif bin Sultan Ageng Tirtayasa sebagai panglima perang Kesultanan Banten untuk, satu, menyebarkan agama islam sesuai amanat leluhur Syarif Hidayatullah. Kedua memerangi Belanda, membantu masyarakat," papar Sos Rendra.

Sejarah Tajug

Pada misi penyebaran Islamnya, Tubagus Atif membangun musala atau Tajug, dan sebuah masjid bernama Al-Ikhlas.

Posisi tajug berada di antara sawah dan Kali Jaletreng. Hal itu bertujuan agar warga mudah beribadah usai bekerja. 

TB Sos Rendra dan Abdul Haris di Keramat Tajug, Serpong, Tangsel, Minggu (9/5/2021).
TB Sos Rendra dan Abdul Haris di Keramat Tajug, Serpong, Tangsel, Minggu (9/5/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Ukurannya tidak terlalu besar, sekira 10x10 meter. Bentuknya dulu seperti surau pada imumnya, berkakikan seperti rumah panggung, sederhana.

Namun tajug kini sudah mengalami beberapa kali renovasi, sehingga tampilannya lebih modern, dan mirip musala pada umumnya di era sekarang ini. Bertembok bata, beratap genting.

"Jadi di buat tajug diantara sawah dan kali. Supaya kalau ibadah dekat, turun," ujar Sos Rendra.

Namun, duka menyerang Tubagus Atif kala, adik tercintanya  Ratu Ayu meninggal dunia.

Saking sayangnya, Tubagus Atif memakamkan adiknya itu di dalam Tajug.

"Saking cintanya kepada sang Adik, bapaknya lagi perang, adiknya meninggal di bawa ke sini. Dimakamkan di dalam Keramat Tajug itu namanya," ujarnya. 

Pada tahun 1721, Tubagus Atif menyusul adiknya dan dimakamkan persis di sebelahnya.

"Kemudian dia pesan juga ke anak istri, kalau sudah tidak ada umur makamkan juga saya di makam tajug itu," ujarnya. 

Ketinggian Naik 110 Meter

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved