Debt Collector Kepung Anggota TNI

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung: Saya dan Kapolda Akan Hentikan Perilaku Debt Collector

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan kegeramannya terhadap aksi belasan debt collector yang mengepung anggota TNI, Serda Nurhadi.

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Mayjen TNI Dudung Abdurachman Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD, saat konferensi pers, di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan kegeramannya terhadap aksi belasan debt collector yang mengepung anggota TNI, Serda Nurhadi.

Serda Nurhadi itu dikepung para debt collector saat mengantar orang sakit di gerbang tol Koja Barat, Jakarta Utara, Kamis (6/5/2021) lalu.

Saat melihat sebuah mobil dikerubungi sejumlah orang, Serda Nurhadi lalu mengambil alih kemudi dan mengantarkan warga yang sakit.

Ia tidak mengetahui jika kondisi mobil tersebut nunggak selama 8 bulan.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengecekan apakah Serda Nurhadi ada kaitannya dengan pemilik mobil.

Berdasarkan hasil pengecekan, Serda Nurhadi memang hanya berniat untuk membatu warga yang sakit.

"Setelah kita cek, rupanya tidak ada kaitannya sama sekali," ujarnya dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Kompas TV, Senin (10/5/2021).

"Karena betul-betul saudara Nurhadi hanya ingin membantu kemacetan dan masyarakat yang sedang kesulitan," jelas Dudung.

"Tidak ada maksud lain, hanya ingin menolong masyarakat," tegasnya.

Ia pun menyayangkan tindakan debt collector yang tidak menghargai anggotanya.

"Sangat disayangkan para debt collector tidak menghormati, tidak menghargai anggota TNI yang mencoba membawa (pemilik) kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Pangdam Jaya lalu menegaskan, tindakan para debt collector seperti itu akan ditumpas.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda, bahwa perilaku debt collector ini akan kita hentikan."

"Tidak ada karena memanfaatkan pihak tertentu, sehingga menggunakan premanisme."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved