Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Penuturan Sang Kakak, Kisahkan Pemuda Duren Sawit Meninggal Usai Terima Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Fauqi Virdaus (23), warga Jalan Buaran III, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) usai menerima vaksin Covid-19.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Pihak keluarga saat Trio Fauqi Virdaus (23) saat berdoa di makam Trio yang meninggal usai menerima vaksinasi Covid-19 jenis AstraZeneca di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Trio Fauqi Virdaus (23), warga Jalan Buaran III, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) usai menerima vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca.

Kakak korban, Sabbihis Fathun Vickih mengatakan adiknya meninggal usai mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Rabu (5/5/2021).

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Trio, tapi sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama diduga dari program kantor Trio bekerja, menurut pihak keluarga kondisinya tampak sehat.

Baca juga: Pemuda 22 Tahun Meninggal Sehari Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca, Begini Komentar Komnas KIPI

“Sehat walafiat, bugar masih kerja seperti biasa, masih jalani hobi. Kita enggak pernah tahu ada penyakit apapun, enggak pernah tahu. Biasanya sakit pilek, flu, kalau sakit kanker enggak ada, enggak tahu," kata Vickih saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Menurutnya Trio mengeluhkan kondisi kesehatannya setibanya di rumah sekira pukul 15.30 WIB di hari dia mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di GBK, Jakarta Pusat.

Keluhan yang dialami awalnya sakit kepala, pegal linu, tapi seiring waktu kondisinya memburuk hingga pada Kamis (6/5/2021) pagi dibawa ke RS guna mendapat penanganan medis lebih lanjut.

"Kamis pagi bangun, sakit kepala sampai ngeluh ke ibu ‘aduh mah, sakit banget mah, kepala sakit mah, pusing mah'. Sampai akhirnya dia syok, nafas terengah-engah dan langsung jatuh seperti pingsan di tempat tidur," ujarnya.

Sebelum meninggal dunia, Vickih menuturkan awalnya pihak keluarga membawa Trio ke RS Bersalin Asta Nugraha, Jakarta Timur yang berada paling dekat dari rumah.

Tapi saat penanganan medis awal di sana, pihak RS Bersalin Asta Nugraha menyarankan Trio dirujuk ke RS atau fasilitas kesehatan yang lebih besar guna mendapat penanganan medis maksimal.

Menurutnya pihak RS Bersalin Asta Nugraha menyarankan Trio dirujuk ke RS lebih besar setelah mendengar keterangan dari pihak keluarga terkait riwayat Trio yang baru mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Mereka (petugas RS) nanya ini karena apa? Pas tahu habis vaksin lalu dianjurkan untuk berobat ke rumah sakit besar. Tapi selang lima menit ada dokter yang periksa yang menyatakan adik saya sudah meninggal jam 12.30 WIB,” tuturnya.

Vickih mengatakan pihak keluarga belum bisa memastikan sakit dikeluhkan Trio sebelum meninggal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau bukan karena urung menerima penjelasan dari pihak terkait.

Pihak keluarga kini masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti meninggalnya anak ketiga dari lima bersaudara itu, jenazah almarhum sendiri sudah dimakamkan.

“Kita tidak tahu sama sekali kalau hal itu karena dia pulang sudah sore dan bercerita nggak enak badan. Vaksinnya jam berapa kurang tahu, harinya doang tahu, jamnya kurang tahu,” lanjut Vickih.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved