Kronologi Penemuan Mayat Pensiunan Polisi di Tempat Penginapan, Petugas Mencium Aroma Tak Sedap

Aroma tak sedap tercium dari dalam kamar 310 lantai 3 tempat penginapan (wisma) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Net
Ilustrasi Jenazah roma tak sedap tercium dari dalam kamar 310 lantai 3 tempat penginapan (wisma) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/5/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Aroma tak sedap tercium dari dalam kamar 310 lantai 3 tempat penginapan (wisma) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/5/2021) sore.

Petugas wisma, HLR (30), yang saat itu sedang mengepel lantai pun penasaran dari mana asal aroma tak sedap itu.

Di sela-sela mengepel lantai, dia lantas mendatangi satu per satu kamar yang ada di lantai 3 wisma tersebut.

HLR pun melihat kunci kamar 301 masih menempel di daun pintu.

Dia kemudian membukanya dan mencium aroma tak sedapnya semakin menyengat.

Ternyata, HLR kaget saat melihat jasad pria terbujur kaku di atas kasur.

"Saksi membuka kamar 310 melihat seorang laki-laki sudah tergeletak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, saat dikonfirmasi, Selasa (11/5/2021).

"Kemudian HLR memberitahu penjaga wisma lainnya, NUR, kemudian menghubungi saksi (inisial) J selaku penangung jawab," lanjutnya.

Menurut keterangan J, kata Arsya, korban menginap sendirian sejak 23 Februari 2021.

"Korban terakhir bekomunikasi dengan keluarga pada 26 Februari 2021," tambah Arsya.

"Kemudian pada 28 Februari 2021, keluarga korban meminta tolong kepada J untuk mencari keberadaan korban," sambungnya.

Diketahui, korban bernisial HMA (53) merupakan pensiunan polisi.

"Polri pensiunan, berdasarkan identitasnya, korban berasal dari Dusun Pamanjengan Kelurahan Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan," kata Arsya.

Penyebab kematian HMA yakni diduga terkena serangan penyakit jantung.

"Meninggal dunia diduga sakit akibat serangan jantung," ucap Arsya.

"Keterangan saksi, korban juga mempunyai riwayat sakit diabetes," tutup Arsya.

Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Yuan Irsyadi, mengatakan tidak ada luka pada bagian tubuh korban.

"Tidak ada tanda kekerasan," ucapnya, saat dikonfirmasi di tempat terpisah.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved