Breaking News:

PPKM Mikro Jilid VIII Dinilai Bisa Meminimalisir Mobilitas Masyarakat Jelang Lebaran

Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 18-31 Mei 2021

Istimewa
Menko Airlangga optimis pelaksanaan PPKM mikro dapat berjalan dengan baik agar meneken laju penyebaran Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 18-31 Mei 2021. Penerapan pembatasan tersebut tetap dilakukan guna mengantisipasi dampak penularan Covid-19, terutama pasca lebaran.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. Menurutnya, keputusan ini diambil untuk mencegah dampak mobilitas masyarakat yang meningkat.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyambut baik perpanjangan PPKM Mikro jilid VIII ini sebagai langkah cepat dan tepat pemerintah untuk mengantisipasi dampak penularan Covid-19 terutama pasca lebaran.

“Kita lihat tiga bulan terakhir sejak mulai diberlakukannya PPKM ini menunjukkan data harian kasus aktif Covid-19 yang terus mengalami penurunan. PPKM ini berhasil menekan laju penyebaran Covid-19. Namun jangan sampai euforia dan lengah, karena masih ada potensi sewaktu-waktu pandemi ini meledak. Jadi pengetatan PPKM mikro menjelang dan pasca lebaran nanti menjadi langkah cepat dan tepat pemerintah meminimalisir dampak dari libur panjang ini,” kata Hasbullah dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Menurut Hasbullah, pengetatan 3T (tracing, testing, treatment) dalam penerapan PPKM Mikro diharapkan tidak hanya fokus pada daerah yang menjadi tujuan masyarakat yang melanggar aturan pelarangan mudik lebaran. Namun, satgas pada tingkat RT RW hingga pemerintah daerah setempat perlu mengawasi masyarakat yang tidak mudik di kota-kota besar.

Baca juga: Antisipasi Kasus Covid-19 Naik Pascalebaran, Anies Perpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei

Baca juga: Kerja Sama dan Disiplin Diri Menjadi Kunci Keberhasilan PPKM

“3T ini menjadi kunci penanganan Covid-19 hingga saat ini. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan pengetatan berkaitan dengan mudik lebaran dan yang tidak melakukan mudik lebaran. Pasalnya, jangan sampai saat lebaran masyarakat yang tidak mudik tetap berkerumun dan mengindahkan protokol kesehatan. Ini perlu menjadi perhatian bersama, jangan sampai menjadi sumber cluster baru di perkotaan,” jelas Hasbullah.

Hal senada disampaikan oleh pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah bahwa pengetatan 3T dalam PPKM Mikro menjelang lebaran ini tepat dan harus segera dilakukan. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19 di lima provinsi, utamanya di wilayah Sumatera yang mengalami tambahan konfirmasi harian cukup tinggi.

“Pengetatan 3T dalam PPKM mikro menjelang libur lebaran ini harus segera diterapkan untuk meminimalisir laju penyebaran kasus Covid-19 yakni melalui 3 langkah. Pertama, pemerintah harus memperketat pengawasan mobilitas masyarakat melalui koordinasi bersama kepala daerah dan komunitas masyarakat daerahnya,” jelas Trubus.

Langkah kedua, kata Trubus, pemerintah perlu menegakkan sanksi sosial yang tegas bagi pelanggar protokol kesehatan. Kemudian, langkah ketiga, penerapan PPKM Mikro harus dievaluasi setiap minggunya. Dimana evaluasi ini tidak hanya dilakukan oleh satgas dan pemerintah daerah setempat tetapi juga pemerintah pusat mulai dari tingkat kesembuhan, tingkat kematian hingga fasilitas kesehatan yang memadai.

“Pemerintah daerah hingga pusat harus berkolaborasi dalam penanganan Covid-19 ini. Dimana pemerintah pusat perlu mengadvokasi dan membimbing, memastikan mengenai protokol kesehatan di sejumlah daerah berjalan dengan baik. Hal ini diperlukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19, ditambah dengan adanya vaksinasi gratis dan vaksinasi mandiri agar kepercayaan masyarakat kembali pulih dan aktivitas perekonomian kita kembali tumbuh,” tutur Trubus.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved