Breaking News:

Wali Kota Pastikan Salat Idul Fitri di Bekasi Boleh Digelar

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, kegiatan Salat Idul Fitri di 1 Syawal 1442 Hijriah di wilayah boleh digelar

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, kegiatan Salat Idul Fitri di 1 Syawal 1442 Hijriah di wilayah boleh digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Salat id kita tetap akan lalukan, tetapi dengan prokes yang ketat," kata Rahmat, Selasa (11/5/2021).

Secata teknis, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan membentuk tim pengawasa masjid atau lokasi salat.

Tim pengawas ini nantinya akan di sebar, mereka bakal memastikan penerapan prokes salat id betul-betul dijalankan.

"Kita akan menerjunkan aparat, kalau jumlah aparat kita ada 24 ribu lalu masjidnya ada 1278, nanti akan dibagi minimal satu masjid tiga orang yang mengawasi prokesnya berjalan atau tidak," jelasnya.

Rahmat berkaca pada tahun lalu, di Kota Bekasi salat id boleh dilaksanakan secara berjemaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Padahal salat id tahun lalu, tidak sedikit daerah yang melarang warganya menggelar salat id berjemaah di masjid-masjid atau lapangan terbuka.

Baca juga: Pemkot Tangerang Selatan Larang Warganya Takbiran Keliling

Baca juga: Bacaan Doa Sambut Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dan Doa Akhir Ramadan, Lengkap Disertai Artinya

Baca juga: 99 Ucapan Selamat Idul Fitri 1442 H / 2021, Bisa Kamu Bagikan ke Facebook, IG dan WhatsApp

"Tahun lalu sedang tinggi-tinggi, ada gak klaster di masjid? Padahal daerah lain enggak berani lho. Kita memperbolehkan salat id, kan enggak ada laporan ada klaster baru," ucapnya.

Namun bedanya, tahun lalu kegiatan salat id berjemaah di masjid-masjid atau lapangan terbuka dibolehkan untuk daerah yang masuk kategori zona hijau.

Bedanya tahun ini, Rahmat memaatikan seluruh wilayah di Kota Bekasi boleh memggelar salat id berjemaah karena mengingat situasi zona kerawanan yang sudah menurun.

"Kan jaraknya sudah diatur, misalnya 60 sentimeter, saat kita atur jaraknya sudah pasti otomatis berkurang," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved