Breaking News:

Ramadan 2021

Penyekatan Lebaran Diklaim Mampu Tekan 70 Persen Pemudik

Kapolri mengatakan kebijakan penyekatan arus mudik Lebaran bisa menurunkan angka pemudik sampai 70 persen.

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Penyekatan arus mudik di Kedungwaringin Perbatasan Kabupaten Bekasi - Karawang, Selasa (11/5/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI- Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyatakan, kebijakan penyekatan arus mudik Lebaran bisa menurunkan angka pemudik sampai 70 persen.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan Larangan Mudik Lebaran 1442 Hijriyah/ 2021 berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

"Dari kegiatan yang ada kami mendapatkan informasi bahwa memang terjadi angka yang cukup baik," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Pos Penyekatan KM31 Cikarang Barat, Ruas Tol Jakarta Cikampek, Rabu (12/5/2021).

"Dari hasil laporan, kegiatan penyekatan ini bisa menurunkan arus mudik dari angka normal sampai 70 persen,” katanya lagi.

Dia menjelaskan, penyekatan dilakukan tidak semata-mata melarang mudik Lebaran tetapi untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPN Doni Monardo saat konferensi pers di Pos Penyekatan KM 31 Cikarang Barat, Ruas Tol Jakarta Cikampek, Rabu (12/5/2021). (Warta Kota/Muhammad Azzam)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPN Doni Monardo saat konferensi pers di Pos Penyekatan KM 31 Cikarang Barat, Ruas Tol Jakarta Cikampek, Rabu (12/5/2021). (Warta Kota/Muhammad Azzam) ()

Dia khawatir, kebiasaan bersilaturahim saat momen mudik lebaran dapat menyebarkan virus corona atau Covid-19.

Apalagi kebanyakan momen silaturahim itu dilakukan untuk menemui orangtua yang usianya sangat rentan terpapar dan berisiko tinggi.

"Kami lakukan dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari risiko penularan Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Pemudik Ini Nekat Bertahan Meski Sudah Lima Kali Dipaksa Putar Balik: Tolong Pak, Saya Rindu Anak

Dia menambahkan, kebiasaan mudik biasanya bertemu denga orang-orang yang usianya lebih tua atau usia lanjut, dan berisiko tinggi apabila terpapar Covid-19.

"Risikonya itu tiga kali lipat daripada yang muda itu maka kita jaga betul," ujarnya.

Jenderal yang akrab disapa Sigit ini berharap, upaya menekan masyarakat untuk tidak mudik ini dapat mencegah peningkatan angka Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, mudik tetap bisa dilaksanakan akan tetapi dengan cara kekinian yakni memanfaatkan teknologi dan berkomunikasi secara virtual.

Dia yakin, memanfaatkan teknologi tidak mengurangi momentum masyarakat untuk bersilaturahim.

Baca juga: Kapolri Temukan Celah Pelanggaran Masuknya Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta

"Mudik tetap bisa dilaksanakan tentunya tapi dengan cara-cara masa kini yaitu dengan virtual gunakan video yang ada diaplikasi ponsel," ujarnya.

Saat di pos penyekatan itu, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Puan Maharani.

Baca juga: Masjid Luar Batang Bakal Gelar Salat Ied dengan Kapasitas 50 Persen, Jemaah Bawa Sajadah Sendiri

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/

Serta Kepala BNPN Doni Monardo melakukan peninjauan titik penyekatan di KM 31 Cikarang Barat Tol Jakarta Cikampek. (Penulis: Muhammad Azzam)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Kebijakan Penyekatan Tekan 70 Persen Pemudik

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved