Breaking News:

PBNU Kecam Keras Kejahatan Israel Terhadap Palestina: Hentikan Agresi Militer

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengecam keras kejahatan Israel terhadap Palestina yang saat ini masih berlangsung.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Menahem KAHANA / AFP
Tentara Israel menembakkan howitzer self-propelled 155mm ke Jalur Gaza dari posisi mereka di dekat kota selatan Israel Sderot pada 13 Mei 2021. Israel menghadapi konflik yang meningkat di dua front, berjuang untuk memadamkan kerusuhan antara orang Arab dan Yahudi di jalan-jalannya sendiri setelah berhari-hari baku tembak dengan militan Palestina di Gaza. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengecam keras kejahatan Israel terhadap Palestina yang saat ini masih berlangsung. 

Ketua PBNU Said Aqil Siradj menyatakan Israel sebaiknya menghentikan agresi militer. 

"Kami mengutuk dan mengecam keras agresi militer Israel yang telah memporak-porandakan Palestina," kata Aqil, saat menyambangi rumah dinas Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di Jalan Garut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021) malam.

Baca juga: Seluruh Direksi Dipecat Erick Thohir Karena Alat Swab Bekas, Ini Sejarah PT Kimia Farma Diagnostika

"Mereka telah merenggut nyawa-nyawa warga sipil yang tidak   berdosa. Hentikan segera agresi militer Israel terhadap Palestina, ini merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan dan ditolerir," lanjut dia.

PBNU juga mendorong upaya gencatan senjata dari Israel dan Palestina agar bantuan kemanusiaan dapat masuk sehingga situasi Palestina pulih kembali. 

"Kami mendesak PBB dan Komunitas Internasional segera menyepakati gencatan senjata," tegas Aqil.

"Ini sebagai bagian dari tanggung jawab komunitas internasional dalam menyikapi konflik yang mencderai kemanusiaan," sambungnya.

Baca juga: Cerita Mang Obing, Kegerahan Dibungkus Kain Jadi Pocong Demi Edukasi Tes Covid-19 ke Warga Tangsel

PBNU juga mendorong Pemerintah Indonesa menggalang dukungan untuk mewujudkan kedaulatan Palestina.

"Sejak Muktamar ke-13 NU di Menes Banten tahun 1938 Nahdlatul Ulama telah menyatakan dukungan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sebagai sebuah bangsa yang merdeka," tutur dia.

"Kami terus teguh pendirian menyampaikan pandangan dan sikap. Bagi kami Palestina bangsa yang berdaulat," sambungnya.

TONTON JUGA:

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved