Breaking News:

Pemuda Asal Buaran Meninggal Usai Divaksin, Keluarga Beri Masukan: Screening Harus Lebih Ditambah

Sudah lakukan pertemuan dengan Kemenkes, Dinkes dan Komnas KIPI, keluarga Trio Fauqi Firdaus beri masukan terkait vaksinasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Nur Indah Farrah
Viki, kakak Trio, pemuda asal Buaran, Jakarta Timur yang meninggal sehari setelah vaksin saat ditemui di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (17/5/2021) 

Dia merasakan sakit kepala yang luar biasa, badan sekujur tubuh, sekujur tulangnya itu berasa linu sakit dan dia mengalami demam tinggi," jelas Viki di Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Lantaran tak kunjung membaik, jelas Viki, adiknya tak bisa tidur dan ditawari obat warung oleh ibunya.

Namun, Trio menolak tawaran tersebut dan sempat mengajak untuk berobat ke klinik terdekat.

"Dia sempat ngelantur, ya mungkin karena demam yang tinggi ya. Dia bilang bahwa sudah ditunggu neneknya. Terus gak bisa tidur, mencoba menghubungi temannya untuk dianter ke dokter.

Minta anter kakaknya, Vika atas saran orang tua saya juga. Namun Vika berhalangan dan paginya baru ke klinik," lanjutnya.

Sebelum ke klinik, Trio sempat melaksanakan sahur dan berbalas pesan ke rekan kerjanya.

Namun, menjelang siang dirinya sempat kejang dan segera dilarikan ke klinik namun nyawanya tak tertolong.

"Kemudian disarankan ke RS besar. Kemudian kamis siang sudah dinyatakan meninggal. Saya tanya apa jenis vaksinnya AstraZeneca," ucap Viki.

"Keluhan lain sebelum divaksin? enggak ada. Dia menjalani aktivitas kerja, hobinya. Hari Minggunya masih ikut lomba burung dengan teman-temannya dan keluarga tidak menemukan riwayat sakit keras selama hidup almarhum," tambahnya.

Terkait hal tersebut, pihak keluarga masih menunggu keterangan jelas dari instansi terkait perihal vaksin.

Keluarga berharap ada penjelasan konkrit perihal vaksin AstraZeneca.

Ibu dari Trio Fauqi Firdaus
Ibu dari Trio Fauqi Firdaus (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

"Kita menunggu tindak lanjut dari beberapa instansi terkait dan juga terutama pemerintah untuk menjadi perhatian bersama. Kalau langkah preventif hukum belum ya mungkin harus berkonsultasi dengan beberapa lawyer yang kamj tunjuk.

Yang kami butuhkan hanya kejelasan kenapa bisa terjadi seperti ini agar menghindari hal ini kepada yang lain," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved