Breaking News:

Polda Metro Jaya Perpanjang Operasi Ketupat Hingga 24 Mei, Jumlah Titik Penyekatan Ditambah

Polda Metro Jaya memperpanjang operasi ketupat 2021 dari tanggal 6 Mei hingga 24 Mei 2021, pos penyekatan ditambah.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Suharno
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Polisi saat apel Operasi Ketupat di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya memperpanjang operasi ketupat 2021 dari tanggal 6 Mei hingga 24 Mei 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menambah pos penyekatan dari 12 titik menjadi 14 titik penyekatan.

"Ada penambahan di Terminal Tanjung Priok dan Terminal Kampung Rambutan," ungkapnya kepada wartawan pada Senin (17/5/2021).

Baca juga: Siapa Saja yang Dapatkan Vaksinasi Gotong Royong? Ini Tarif dan Jenis Vaksin Covid-19 yang Dipakai

Titik-titik penyekatan itu bertujuan untuk memeriksa setiap pengendara yang masuk Jabodetabek.

Mereka akan dimintai surat keterangan bebas Covid-19.

Bila tidak memiliki surat itu, petugas akan langsung melakukan tes swab antigen kepada pengendara. 

Setelah itu, petugas menempelkan stiker di mobil atau motor pengendara.

Baca juga: Israel Bombardir Palestina, Kenapa Negara-negara Arab Hanya Diam Saja?

Stiker itu bertujuan agar si pemudik telah lolos pemeriksaan dari titik penyekatan sebelum menuju Jakarta.

"Tujuannya agar petugas di lapangan tahu bahwa kendaraan ini sudah di stiker. Artinya sudah dilakukan pemeriksaan atau penyekatan di pos sebelumnya," lanjut Yusri.

TONTON JUGA:

Yusri menuturkan stiker dari Polda Metro Jaya memiliki barcode.

Jika tak ditemukan stiker di mobil pengendara, maka petugas langsung melakukan random tes swab antigen secara massal.

Baca juga: Jakarta Mulai Diserbu Pendatang, Gubernur Anies Baswedan: Tak Ada Larangan Orang Masuk Jakarta

"Misalnya di satu mobil isinya 6 orang, kita random tiga orang untuk di-swab. Kalau negatif, kita yakini bahwa satu mobil itu negatif atau non reaktif," tambahnya.

Akan tetapi, bila ada satu penumpang yang reaktif, maka keenam penumpang itu langsung dirujuk ke Wisma Atlet untuk dilakukan PCR.

"Apabila positif akan diisolasi di sana, atau memang perlu rujukan, kita siapkan rujukan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved