Breaking News:

Sejumlah Pasal di Permenperin 03/2021 Mendapat Sorotan Asosiasi Pengguna Gula Rafinasi

Dwiatmoko juga menyoroti tiga poin yang disampaikan Menteri Perindustrian soal Permenperin 03/2021.

Editor: Muhammad Zulfikar
Lifealth
Gula 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Forum Lintas Asosiasi Pengguna Gula Rafinasi, Dwiatmoko mempertanyakan pernyataan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terkait Permenperin 03/2021 sebagai upaya menuju swasembada.

Pasalnya, kata dia, jika merujuk pada isi atau pasal-pasal yang tertuang dalam aturan tersebut sama sekali tidak tersirat adanya spirit swasembada. Justru sebaliknya.

"Yang ada spirit melanggengkan praktek impor gula rafinasi. Setidaknya ada sejumlah pasal yang patut diduga justru memberikan karpet merah ke sejumlah perusahaan tertentu dan berupaya mematikan industri gula tanah air, UMKM, industri mamin khususnya di Jatim," katanya kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, hal itu dapat dengan mudah teridentifikasi bahwa ada kepentingan kelompok tertentu yang diakomodir dalam Permenperin tersebut.

"Coba kita bedah misalnya soal bunyi pasal 5 huruf a. 'Rekomendasi impor raw sugar hanya diberikan kepada PG yang memiliki Izin Usaha Industri (IUI) sebelum 25 Mei 2010'. Itu artinya adalah pasal tersebut seperti memberikan proteksi terhadap 11 Anggota Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) yang dimiliki oleh 5 group. Apakah ini bukan semacam legalisasi kartel/oligopoli," tuturnya.

Tentu saja, menurutnya, hal ini menyalahi UU nomor 5/1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Dalam UU tersebut dijelaskan dalam pasal 1 bahwa Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan pemasaran atas barang/jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan merugikan kepentingan umum," paparnya.

Dwiatmoko juga menyoroti tiga poin yang disampaikan Menteri Perindustrian soal Permenperin 03/2021.

“Kemudian, dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional ini jelas Menperin memiliki tiga poin penting.

Pertama adalah untuk mengurangi potensi kebocoran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved