Breaking News:

Soal Lelang Aset Asabri, Begini Kritik Mantan Ketua Pansel KPK

Salah satunya terkait mekanisme pelelangan diatur dalam Pasal 45 KUHAP. 

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Bima Putra
Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Senin (1/7/2019) 

"Sepanjang harta tersebut dapat dibuktikan kepemilikannya yang bukan hasil korupsi, utangpun oke. Tapi kalau terbukti hasil korupsi tetap jadi masalah," ujarnya. 

 Yenti menambahkan pelelangan ini membutuhkan kehadiran UU Perampasan Aset sebagai payung hukum.

Dia menilai selama ini pemangku kebijakan Tanah Air kurang responsif dengan kejahatan ekonomi yang kerap menjerat tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).  

Senada dengan Yenti, Dosen Ilmu Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) Lucianus Budi Kagramanto mengungkapkan jika benar adanya aset sitaan masih berstatus utang piutang maupun yang tak terkait kasus tipikor, maka diduga ada kesalahan. 

"Pada dasarnya Kasus Jiwasraya dan Asabri adalah perkara perdata, dan tidak ada unsur korupsinya. Mestinya tidak masuk peradilan Tipikor," ujar Budi.  

Ia pun menilai penyidik terlalu memaksakan diri jika sudah tahu ada aset yang tak terkait kasus ASABRI yang dipaksakan penyitaannya hanya untuk mengejar agar sesuai dengan besaran kerugian negara.

"Kalau dipaksa berarti perkara yang mestinya ditangani di pengadilan negeri salah alamat jika ditangani oleh pengadilan tipikor," ujarnya. 

Seperti diketahui, rencana pelelangan aset sitaan ASABRI diungkapkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejagung Ali Mukartono.

Menurutnya, mekanisme pelelangan diatur dalam Pasal 45 KUHAP. 

"Kan boleh Pasal 45 KUHAP, dengan biaya penyimpanan terlalu tinggi. Kita terbatas biayanya," kata Ali.

Sementara itu, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kejagung Febrie Ardiansyah proses pelelangan akan melibatkan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung.

"PPA sudah koordinasi ke Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menilai asetnya, nanti yang lelang KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang)," kata Febrie. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved