Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Larangan Mudik Sudah Berakhir, Keluar Masuk Jakarta Tak Perlu Pakai SIKM

Aturan larangan mudik resmi berakhir, Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pun tak berlaku lagi mulai hari ini.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo (kanan) dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf (kiri) - Aturan larangan mudik resmi berakhir, Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pun tak berlaku lagi mulai hari ini. 

Meski ada larangan mudik pada periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021, Anies mengakui, mobilitas warga cukup tinggi selama libur lebaran kemarin.

Koordinasi antar daerah dan pemerintah pusat pun diperlukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Sebab, kasus Covid-19 biasanya meroket usai masa libur panjang, seperti yang terjadi di awal Januari lalu imbas libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Untuk itu, penyekatan bakal dilakukan guna memastikan orang yang kembali ke Jakarta terbebas dari Covid-19.

"Melakukan screening kepada warga yang kembali ke Jakarta, di pintu masuk (ibu kota)," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Baca juga: Pemerintah Pusat Hentikan Penggunaan Vaksin Astrazeneca, Begini Reaksi Pemprov DKI

Baca juga: Kucingmu Lapar Terus Menerus? Hati-hati Bisa Jadi Pertanda Masalah Kesehatan, Ini Daftar Penyebabnya

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Selasa 18 Mei 2021: Aries Jangan Merasa Sedih, Capricorn Yuk Bisa Yuk!

Walau masa larangan mudik berakhir hari ini, Anies memastikan, penyekatan tetap akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

"Pergerakan itu masih terus dan harus diantisipasi sampai akhir pekan depan," kata Anies.

Sebelumnya, ada 2,2 juta orang yang tercatat masuk Jakarta dari berbagai daerah selama masa larangan mudik.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, jutaan orang ini masuk ibu kota menggunakan kendaran pribadi dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

TONTON JUGA

“Ada 2.244.270 orang masuk Jakarta sejak 6 Mei hingga 15 Mei kemarin. Sebanyak 2.244.096 orang menggunakan kendaraan pribadi dan 174 orang naik bus AKAP,” ucapnya, Senin (17/5/2021).

Sedangkan, orang yang meninggalkan Jakarta selama larangan mudik tercatat ada 2,6 juta orang.

Dari jumlah tersebut, mayoritas para pemudik keluar Jakarta pada periode 6 Mei hingga 15 Mei 2021 menggunakan kendaraan pribadi.

“Ada 2.608.243 orang keluar Jakarta. 2.607.688 menggunakan kendaraan pribadi dan 555 orang naik bus AKAP,” tuturnya.

Politisi Gerindra ini menyebut, 2,6 juta warga yang meninggalkan Jakarta ini menggunakan 1,7 juta kendaraan.

TONTON JUGA

Mayoritas kendaraan yang keluar ibu kota ini pun melalui jalan arteri hingga jalur tikus.

“Ada 714.916 kendaraan keluar Jakarta lewat gerbang tol utama dan 1.015.547 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui jalur arteri,” ujarnya di Balai Kota

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved