Breaking News:

Idul Fitri 2021

Selama Sepekan, Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Turun 68 Persen

AirNav mencatat adanya penurunan  untuk lima bandara dengan pergerakan pesawat udara terbanyak yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Medan, dan Denpasar

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang masih dipenuhi penumpang pada hari pertama peniadaan mudik, Kamis (6/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta turun drastis selama sepekan pada tanggal 6 sampai 12 Mei 2021 bila dibandingkan dengan tujuh hari sebelum periode peniadaan mudik pada tanggal 29 April sampai 5 Mei 2021.

Berdasarkan data yang didapatkan AirNav Indonesia, pada tanggal tersebut, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta turun sampai 68,48 persen.

"Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) yang melayani pergerakan pesawat udara di Bandara Soekarno-Hatta mengalami penurunan dari 4.641 pergerakan selama satu minggu, menjadi 1.463 pergerakan atau turun 68,48 persen," terang Direktur Utama AirNav Indonesia, M Pramintohadi Sukarno dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

AirNav mencatat adanya penurunan  untuk lima bandara dengan pergerakan pesawat udara terbanyak yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Medan, dan Denpasar.

Sementara rata-rata penurunan pergerakan pesawat di 52 bandar udara di seluruh Indonesia turun 65,54 persen.

Penurunan terjadi pada saat masa peniadaan mudik Lebaran 2021.

"Dari 23.469 pergerakan selama satu minggu sebelum periode peniadaan mudik menjasi 8.087 pergerakan selama periode peniadaan mudik," sambung Pramintohadi.

Baca juga: Pemudik yang Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Bakal Langsung Dilakukan Swab Antigen Acak

 
Dijelaskannya, ada tiga bandara dengan penurunan pergerakan pesawat udara paling signifikan.

Ketiganya adalah Bandara Labuan Bajo, Bima, dan Kulon Progo.

Bandara Labuan Bajo turun dari 136 pergerakan selama satu pekan, menjadi enam pergerakan atau turun 94,85 persen.

Kemudian, Bandara Bima turun dari 67 pergerakan selama satu pekan, menjadi empat pergerakan atau turun 94,03 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Penumpang dari 3 Negara Ini Dapat Pengawasan Ekstra di Bandara Soetta

"Bandara Kulon Progo turun dari 342 pergerakan selama satu minggu, menjadi 26 pergerakan atau turun 92,4 persen," tutup Pramintohadi.

Meski terdapat penurunan signifikan, Pramintohadi menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga kualitas pelayanan navigasi penerbangan terbaik untuk melayani seluruh penerbangan di ruang udara Indonesia.

Baca juga: Kereta Bandara Soekarno-Hatta Sudah Beroperasi Kembali Mulai Hari Ini

"Komitmen kami tetap sama, yaitu memberikan layanan navigasi penerbangan yang selamat dan efisien, bukan hanya untuk bandara-bandara besar, namun juga bandara-bandara kecil yang ada di seluruh pelosok Nusantara," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved