Breaking News:

Waspadai Arus Balik Mudik 2021, Anggota DPRD DKI Kenneth: Jangan Sampai Jakarta seperti di India

Jumlah pemudik ini berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu, mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.

ISTIMEWA
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2021 akan terjadi pada tanggal 16 Mei hingga 20 Mei 2021.

Oleh karena itu, sejumlah petugas gabungan akan terus melakukan penyekatan dan pemeriksaan Covid-19 disejumlah daerah perbatasan, terutama DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar secepatnya berkoordinasi dengan Jajaran Kepolisian dengan tujuan untuk memperketat titik titik pintu masuk ke Jakarta.

Baca juga: Rumah Pemudik yang Balik Jakarta Bakal Ditempeli Stiker, Wagub DKI: Biar Warga Tahu

Baca juga: Pemprov DKI: Tidak Semua Pemudik yang Balik Jakarta Diperiksa Covid-19

"Pemprov DKI Jakarta harus gerak cepat melakukan penyekatan secara ketat di daerah yang dilintasi pemudik untuk masuk ke Jakarta. kemudian secara serentak harus melakukan tes PCR antigen sebagai langkah screening tahap awal terhadap para pemudik yang kembali ke Ibu Kota, Jika terbukti reaktif, harus di larang masuk ke Jakarta. Sudah menjadi konsekwensi bagi masyarakat yang ngotot melanggar peraturan untuk pulang mudik, jika terpapar virus covid-19 di kampung, mereka secara otomatis harus dilarang oleh petugas untuk kembali ke Jakarta, saya berharap para petugas bisa tegas dan mempunyai idealisme mengenai hal ini," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Menurut pria yang disapa Kent itu menambahkan, berdasarkan data dari pihak kepolisian pada tahun 2021 jumlah pemudik berkisar 1 juta orang yang berhasil tembus untuk pulang ke kampung halaman di seluruh Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

Jumlah pemudik ini berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu, mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.

"Kenyataannya beberapa persen warga yang tinggal di Jakarta juga banyak yang berhasil lolos pulang ke kampung halamannya, oleh karena itu dengan melakukan tes PCR antigen hingga screening kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta harus lebih di intensifkan lagi, mengingat banyak juga warga yang tidak mudik, demi kebaikan kita semua dan demi menaati peraturan pemerintah, serta dikhawatirkan warga DKI Jakarta yang nekat pulang mudik kemarin, jika kembali masuk ke Jakarta bisa membawa virus Covid-19," tuturnya.

Kata Kent, untuk menangkal penyebaran Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Tetapi, Menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tetap sangat penting dilakukan dan upaya pelacakan kontak (contact tracing) tetap harus dilakukan secara simultan.

"Vaksinasi bukanlah satu-satunya penangkal untuk melawan virus Covid-19. Artinya warga yang sudah divaksin dua kali juga tidak menutup kemungkinan akan bisa terpapar Covid-19 jika tidak mengindahkan protokol kesehatan, tetaplah menjaga jarak hingga tetap selalu memakai masker," ketus Kent.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved