Breaking News:

Sejarah dan Makna Lebaran Ketupat Seminggu Usai Idulfitri yang Dicetuskan Sunan Kalijaga

Berikut sejarah Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat yang kerap dilestarikan oleh masyarakat Jawa yang dilakukan seminggu usai Idulfitri.

Editor: Suharno
freepik.com
Ilustrasi Lebaran Ketupat 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut sejarah Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat yang kerap dilestarikan oleh masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa pada umumnya mengenal dua kali pelaksanaan lebaran, yakni Idulfitri dan Lebaran Ketupat.

Idulfitri dilaksanakan pada 1 Syawal, sementara Lebaran Ketupat dilaksanakan satu minggu kemudian atau tepatnya pada tanggal 8 Syawal.

Tradisi Lebaran Ketupat diselenggarakan setelah menyelesaikan Puasa Syawal selama 6 hari.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan Berbuka serta Manfaat Berpuasa

Sejarah Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu Walisongo penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah ‘bakda’ kepada masyarakat Jawa, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Kata ‘bakda’ sendiri dalam bahasa Jawa punya arti setelah atau sesudah.

Baca juga: Dituntut 10 Bulan Penjara, Rizieq Shihab Menangis saat Bacakan Pembelaannya: Ini Medan Juang Kami

Bakda Lebaran dimulai dari pelaksanaan salat Ied 1 Syawal hingga tradisi saling kunjung dan memaafkan.

Sementara, Bakda Kupat dirayakan seminggu sesudah lebaran.

Halaman
12
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved