Terlalu Banyak Menatap Layar Gadget, Waspadai Terkena Computer Vision Syndrome

Berlama-lama menatap layar laptop atau gadget bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mata yakni menyebabkan terjadinya Computer Vision Syndrome

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Freepik
Ilustrasi - Berlama-lama menatap layar laptop atau gadget bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mata yakni menyebabkan terjadinya Computer Vision Syndrome 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menatap layar laptop atau gadget, menjadi kegiatan yang tak pernah lepas dari rutinitas sehari-hari selama Pandemi Covid-19.

Tetapi, berlama-lama menatap layar nyatanya bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mata.

Salah satunya, bisa menyebabkan terjadinya Computer Vision Syndrome seperti yang dijelaskan oleh Dokter Spesialis Mata dari Eka Hospital Pekanbaru, dr Handoko.

"Pada saat pandemi ini, kita banyak menggunakan alat komunikasi seperti gadget, komputer, berlama-lama. Itu aktivitas yang dekat. Membuat mata berakomodasi lama-lama."

"Efeknya, yang jauhnya jadi tidak terlihat jelas. Akibatnya pada orang yang awalnya tidak berkacamata, jadi berkacamata untuk yang kabur jauh. Kemudian efek lainnya yang sering disebut, adalah Computer Vision Syndrome," kata dr Handoko dalam sesi live Eka Hospital, Kamis (20/5/2021).

Ilustrasi
Ilustrasi (freepik.com)

Computer Vision Syndrome merupakan istilah gejala yang berhubungan dengan gangguan mata akibat penggunaan perangkat komputer, laptop, atau gadget terlalu lama.

Gejalanya biasanya meliputi rasa tegang dan gatal pada mata, rasa lelah pada mata seperti mengantuk, pengelihatan menjadi blur atau buram, atau bahkan juga menjadi ganda.

Baca juga: Jadwal Euro 2020, Pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique Tak Panggil Satupun Pemain Real Madrid

Baca juga: Gadis 17 Tahun Disetubuhi Pacar Sampai Babak Belur, Pelaku Hilang Kesabaran Gara-gara Hal Sepele

Baca juga: Larissa Chou Gugat Cerai Usai 5 Tahun Nikah, Alvin Faiz Ungkap Alasannya: Ada Orang Ketiga?

Pada beberapa kasus, terkadang gejalanya juga disertai dengan rasa sakit kepala, hingga rasa lelah di leher dan bahu.

"Kalau cuma gejala ringan seperti bahu dan mata lelah, itu bisa diatasi sendiri dengan merubah posisi atau seperti gerak sebentar, tentunya ada waktu istirahat," kata dr Handoko.

Untuk mencegah terjadinya Computer Vision Syndrome, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Di antaranya dengan menyesuaikan posisi layar, pencahayaan yang sesuai dan aman bagi pandangan mata, hingga batasi penggunaan laptop atau gadget.

Pada gejala-gejala ringan seperti rasa lelah pada mata dan bahu, bisa diatasi dengan istirahat sejenak.

Misalnya salah satu cara yang direkomendasikan oleh dr Handoko adalah dengan pola 1-10 atau 2-20.

Yakni 1 jam beraktivitas, maka 10 menit beristirahat, atau 2 jam beraktivias 20 menit beristirahat.

Baca juga: Gadis 17 Tahun Disetubuhi Pacar Sampai Babak Belur, Pelaku Hilang Kesabaran Gara-gara Hal Sepele

Namun, jika gejala yang dialami sudah cukup berat sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

"Misalnya, kalau dia muntah, atau migrain, itu perlu penanganan untuk mengurangi gejalanya," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved