Breaking News:

Gadis SMP Korban Pelecehan

Kabur ke Bandung, Ini yang Dilakukan Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terduga Kasus Asusila

Kuasa hukum keluarga AT (21), Bambang Sunaryo menyatakan anak kliennya yang merupakan anggota DPRD Kota Bekasi, IHT, kabur ke rumah temannya

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf
Pengakuan Anak Anggota DPRD Kota Bekasi tersangka kasus pencabulan gadis 15 tahun berinisial PU. 

"Saat ini tersangka DPO. Masih dilakukan pencarian oleh pihak kepolisian. Sedang kita upayakan terus dari pihak kepolisian untuk pelaku ini agar segera kita amankan," ungkapnya.

Sebelumnya, bocah berinisial PU (15) melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh AT (21), Senin (12/4/2021) lalu. Kala itu, keduanya diketahui telah menjalin hubungan selama 9 bulan.

Tabir kejahatan perlahan terungkap setelah PU menjalani visum, belakangan diketahui bahwa PU juga disetubuhi pelaku yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi.

Berdasarkan hasil visum, terdapat benjolan pada kelamin PU lantaran ia diduga tertular penyakit kelamin. Akibatnya, ia harus menjalani operasi.

Dukungan atas kasus yang dialami PU berdatangan, baik dari Komnas PA maupun KPAD Kota Bekasi.

Setelah diberikan konseling oleh DP3A Kota Bekasi, PU kemudian mengaku bahwa ia juga disekap dan dijual oleh pacarnya sendiri melalui aplikasi pesan singkat yang dikendalikan oleh AT.

PU menjelaskan ia disekap di kontrakan kawasan Rawalumbu selama sebulan pada Februari hingga Maret.

PU mengaku diharuskan melayani 4-5 nafsu laki-laki hidung belang dalam sehari. Oleh sebab itu, PU tertular penyakit kelamin

Suprijadi mengatakan, penyidik memerlukan waktu untuk menganalisa kasus persetubuhan di bawah umur yang menimpa PU (15), agar memenuhi unsur tindak pidana.

Hal itu dikatakannya guna menanggapi keluhan orang tua korban berinsial D (42) yang mengeluhkan lambatnya penanganan kasus oleh kepolisian sehingga kini tersangka AT (21) kabur.

"Jadi kejadian ini bukan lambat, tapi pihak kepolisian memastikan kejadian ini benar dan memenuhi unsur kejadian tersebut," ungkap Suprijadi saat dikonfirmasi, Kamis (20/5/2021).

Penyidik, sambung Suprijadi, diharuskan untuk berhati-hati dalam menangani kasus dan perlu mengumpulkan setidaknya 2 alat bukti, yakni keterangan saksi-saksi dan barang bukti lainnya.

"Sehingga membutuhkan waktu dalam hal membetulkan bahwa kejadian benar adanya," tuturnya.

Lantaran AT kini tak diketahui rimbanya, ia meminta agar keluarga AT segera menginformasikan kepada polisi mana kala mengetahui keberadaan AT yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (19/5/2021) lalu.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak keluarganya, kita juga melakukan pengejaran terhadap tersangka," ungkap Suprijadi.

Proses penyidikan sendiri saat ini masih berkutat pada kasus yang dilaporkan D pada Senin (12/4/2021) lalu, mengenai persetubuhan di bawah umur.

Sedangkan kasus perdagangan orang belum dilakukan penyidikan meski pihak keluarga telah menyerahkan sejumlah alat bukti kepada penyidik.

"Kami belum sampai ke sana, kami akan menyelidiki lebih lanjut terkait perdagangan anaknya," katanya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Usai Kabur ke Bandung, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terduga Kasus Asusila, Diserahkan ke Polisi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved