Kulineran di Anjungan Jawa Tengah TMII, Cobain Nikmatnya Kupat Tahu dan Segarnya Sroto Sokaraja

Sroto Sokaraja adalah kuliner khas Banyumas yang sudah cukup terkenal di Nusantara.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Sroto Sokaraja, kuliner khas Banyumas yang sudah cukup terkenal di nusantara. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Indonesia terkenal dengan keberagamannya. Tiap suku dan daerah, memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Salah satunya bisa dilihat dari ragam citarasa kulinernya.

Kalau diulas satu persatu, rasanya Indonesia tidak pernah kehabisan resep makanan enak.

Kali ini, TribunJakarta.com mengajak para traveler untuk wisata kuliner mencicipi citarasa Nusantara yang ada di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII, Jakarta Timur.

Kalau berkunjung ke sini, pastikan Anda tidak dalam keadaan kenyang ya. Sebab, ada banyak sekali kuliner Nusantara yang siap memanjakan lidah. Sayang sekali jika dilewatkan begitu saja.

Pada kunjungan kali ini, saya mampir ke Anjungan Jawa Tengah.

Di sini ada berbagai makanan khas Jawa Tengah. Seperti Kupat Tahu, Sroto Sokaraja, Es Dawet, dan lain-lain.

Memasuki anjungan Jawa Tengah, Anda akan disambut dengan pemandangan rumah adat khas daerah tersebut.

Diiringi suara alunan musik Jawa, Anda bisa jalan-jalan, foto-foto sekaligus bersantai di sekitaran anjungan.

Nah kalau sudah mulai lapar, berjalan sedikit ke area belakang.

Di sana, ada beberapa penjual makanan khas daerah tersebut dengan harga yang beragam.

Baca juga: Dibuka Kembali, TMII Dikunjungi Sejumlah Warga Luar DKI

Langsung saja saya memesan makanan favorit yang ada di sini.

Menurut Imam penjual kuliner di sana, menu yang banyak disukai pelanggannya adalah Kupat Tahu dan Sroto Sokaraja.

"Yang favorit Kupat Tahu. Bumbunya ini yang jadi favorit," kata Imam, Sabtu (22/5/2021).

Kupat Tahu yang ditawarkan Imam, adalah kuliner khas Purwokerto yang punya citarasa unik.

Siraman kuah gula asamnya, menjadi ciri khas dan keunikan dari seporsi Tahu Kupat buatannya.

Dalam sepiringnya, terdiri dari tahu goreng, irisan kol, juga ketupat. Lalu dicampur dengan ulekan cabai, bawang putih, dan kacang tanah.

Kemudian bahan-bahan tersebut disiram dengan kuah gula asamnya yang khas.

"Kuah gula asem ini, dibuat pakai gula merah, terus bawang putih, daun salam, sereh, dan lengkuas. Asal Purwokerto namanya Gecot, Kupat Tahu atau disebut juga Gecot. Jadi tahunya digoreng pas ada yang pesan. Sehingga saat disajikan masih hangat semua," kata Imam.

Segarnya Sroto Sokoraja

Nah kuliner yang tak kalah menggiurkan di sini, juga ada Sroto Sokarajanya.

Sroto Sokaraja adalah kuliner khas Banyumas yang sudah cukup terkenal di Nusantara.

Rasanya yang segar dan aromatik, menjadi daya tarik bagi penikmat makanan khas Jawa Tengah kalau berkunjung ke sini.

"Banyak pelanggan yang datang dari jauh, dari Bogor. Kalau mereka kangen (kampung) gak usah ke Jawa Tengah, jauh. Mereka main ke sini, makan di sini," kata Imam.

Secara sekilas, Sroto Sokaraja hampir mirip dengan soto pada umumnya.

Tetapi, yang membedakan adalah kuahnya. Kuah yang digunakan untuk Sroto Sokaraja dibuat dari rempah-rempah Indonesia yang beraneka ragam sehingga rasanya juga khas.

Selain itu, Sroto Sokaraja juga disajikan bersama siraman bumbu kacang yang menggiurkan.

"Jadi tiap porsinya isinya ada ketupat, lalu ada bihun dan daging. Saya taroin ayam juga supaya orang-orang bisa rasain daging dan ayam sekaligus," jelas Imam.

Kuah Sroto Sokaraja, dibuat dengan campuran bumbu rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, lengkuas, dan kunyit.

Kemudian yang membedakan dengan kuah soto lainnya, olahan kuah Sroto Sokaraja juga diberikan biji pala, serai, dan daun jeruk, sehingga rasanya lebih segar dan aromatik.

Warnanya, juga cenderung lebih bening kekuningan.

Baca juga: Polsek Cipayung Berikan Bantuan Sembako ke Warga Cilangkap yang Terpapar Covid-19

Kuah tersebut kemudian disiramkan ke dalam isian di dalam mangkuk.

Isian tersebut terdiri dari ketupat, bihun, tauge kecambah, daging sapi, daging ayam, bawang goreng, dan daun bawang.

Satu lagi yang unik dari Sroto Sokaraja, adalah topingnya.

Sroto ini disajikan dengan kerupuk berwarna-warni. Ada warna merah, kuning, juga putih.

Kerupuk ini dibuat dari bahan dasar singkong sehingga rasanya juga lebih enak.

Biasanya, kata Imam pelanggan yang tak suka ketupat bisa menikmati seporsi Sroto Sokaraja dengan nasi.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Buka 12.037 Formasi di Seleksi CPNS dan PPPK, Ini Kata Menpan RB Tjahjo Kumolo

Untuk harganya, sama saja. Pakai ketupat atau nasi, sama-sama hanya Rp. 20 ribuan saja.

Nah kalau Anda tertarik, datanglah ke TMII saat hari Sabtu dan Minggu.

Sebab, menurut Imam warungnya biasanya hanya buka untuk melayani wisatawan setiap weekend atau hari libur nasional saja.

Baca juga: Oknum Polisi Ini Divonis 3 Tahun Penjara Karena Cabuli Mertua

Mampirlaj untuk mencicipi ragam kuliner dari berbagai daerah.

Selain di anjungan Jawa Tengah, adapula kuliner-kuliner daerah lain yang bisa dinikmati kala berkunjung ke anjungan daerah di TMII. Tertarik?

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved