Breaking News:

Anggota Komisi XI DPR: Wacana Tax Amnesty Jilid II Ciderai Kepercayaan Masyarakat

Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo, M.M menolak wacana tax amnesty jilid II sebagaimana beredar.

Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo, M.M menolak wacana tax amnesty jilid II sebagaimana beredar.

Dirinya menilai sangat tidak baik bagi masa depan sistem perpajakan di tanah air.

"Tidak saja mengingkari komitmen tahun 2016, bahwa tax amnesty hanya diberikan satu kali dalam satu generasi, pelaksanaan tax amnesty jilid 2 akan meruntuhkan kewibawaan otoritas yang pada gilirannya berdampak negatif pada trust masyarakat wajib pajak," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (23/5/2021).

Lebih lanjut Andreas juga mengatakan, akan menghilangkan rasa keadilan peserta tax amnesty, para wajib pajak patuh, dan wajib pajak yang sudah diaudit akan tercederai.

Secara psikologis hal ini juga buruk karena dapat menciptakan paham.

“Saya lebih baik tidak patuh karena akan ada tax amnesty lagi," ucapnya.

Andreas menerangkan, Tax Amnesty tahun 2016 diimplementasikan sebagai wujud keterbukaan dan kebaikan Pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi dengan menunda penegakan hukum yang seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak.

"Pada saat itu, diterapkan tarif sangat rendah, tidak ada kewajiban repatriasi, jangka waktu menahan harta di Indonesia hanya 3 tahun, dan mendapatkan pengampunan pajak tahun 2015 dan sebelumnya," katanya.

Politisi PDIP ini mengatakan, Ditjen Pajak masih memberikan kesempatan wajib pajak yang belum patuh untuk mengikuti program Pengungkapan Aset Sukarela dengan tarif Final (PAS Final) melalui PP 36/2017.

"Wajib Pajak membayar PPh terutang dan mendapat keringanan sanksi administrasi. Hal ini seharusnya diikuti para wajib pajak dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved