Punya Penyakit Jantung dan Ada 15 Ring Ditubuhnya, Pesepeda Meninggal Dunia Disebut Berpengalaman

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, Jhon sudah berpengalaman bersepeda menggunakan road bike.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
ILUSTRASI Pesepeda menggowes santai sepedanya, di sepanjang Jalan Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/12/2020) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rudy Saptari mengatakan kronologi meninggalnya John (62), pesepeda road bike saat melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang.

Rudi menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, Jhon sudah berpengalaman bersepeda menggunakan road bike.

"Beliau rutin (bersepeda). Dari pihak keluarga menyampaikan beliau rutin setiap hari naik sepeda,” ujar Rudy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/5/2021) pagi.

Rudy menambahkan, John rutin bersepeda dilihat dari riwayat jarak yang ditempuh berdasarkan aplikasi peta digital yang menempel di sepeda miliknya

Rudy menyebutkan, John setiap hari bersepeda menggunakan road bike.

Pesepeda road bike mendadak pingsan saat merasakan jalur khusus sepeda balap di Jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, pada Minggu (23/5/2021) pagi.

Dia adalah pria berinisial J, usianya 62 tahun.

Sebelum pingsan, J sempat bersadar di tepi JLNT tersebut dan menyandarkan sepeda balapnya.

"Laporan awalnya, kami menerima info dari pesepeda juga bahwa ada yang duduk bersandar dan terlihat seperti pingsan," kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rudy Saptari, saat dikonfirmasi, hari ini.

"Kemudian kami langsung menghubungi  ambulans yang sudah disediakan dan langsung menuju ke lokasi (rumah sakit)," lanjut Rudy, sapaannya.

Setelah sampai di rumah sakit, dokter keluarganya tiba dan menginformasikan Korban punya riwayat jantung dan di dalam tubuhnya ada 15 ring.

Almarhum, kata Rudy, merupakan pesepeda road bike berpengalaman.

Namun, korban terkena serangan jantung dan detaknya diperkirakan lebih dari 180 per menit.

"Kalau kita orang normal kan 75 detak per menit, 100 detak per menit saja sudah deg-degan," jelas Rudy.

Baca juga: Jemput Bola, Polsek Kebayoran Lama Lakukan Tracing kepada Pemudik

Baca juga: Sepeda Hilang Digondol Maling, Romadin Jalan Kaki Minta Bantuan Masyarakat:Saya Korban Maling Sepeda

Baca juga: Pesepeda Road Bike Meninggal di JLNT, Korban Punya Riwayat Penyakit Jantung, Begini Kronologinya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved