Sepekan 3 Kali Banjir, Warga Kampung Bulak dan Pondok Maharta Tangsel Kelelahan

Kampung Bulak dan Perumahan Pondok Maharta di Tangerang Selatan tiga kali kebanjiran hanya dalam tempo sepekan. Warga kelelahan.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Warga tengah ngobrol di Kampung Bulak, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (23/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Kampung Bulak dan Perumahan Pondok Maharta di Tangerang Selatan tiga kali kebanjiran hanya dalam tempo sepekan.

Banjir pertama terjadi pada Senin malam sampai Selasa (18/5/2021) pagi.

Banjir kedua terjadi pada Jumat (21/5/2021). Semalaman air merendam dua wilayah yang sama-sama berlokasi di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu.

Saat Sabtu (22/5/2021) pagi, banjir surut, warga mulai membersihkan rumah dari sisa-sisa lumpur dan membenahi perabotan yang ikut terendam.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, pada Sabtu malamnya, air kembali naik, dan lagi-lagi terjadi banjir. Dua wilayah itu kembali tergenang.

Baca juga: Banjir Lagi! Pondok Maharta dan Kampung Bulak Tangsel Tergenang Air, Warga Tak Bisa Tidur 

Dari ketiga banjir itu, ketinggian air mencapai dua meter, yang terparah adalah pada Jumat malam.

Suwarno (63), warga Kampung Bulak, mengatkan, banjir kali ini yang terparah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Semalam air naik jam tujuh malam, cuma semalam pelan. Lama naiknya sampai satu meter di luar di dalam rumah sebetis. Seminggu sudah tiga kali lah," kata Suwarno, Minggu (23/5/2021).

Fasad Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (23/5/2021).
Fasad Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (23/5/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Ia mengeluhkan kondisi melelahkan itu. Pasalnya membersihkan sisa banjir sangat memakan tenaga.

"Lelah juga, kita kerja juga kan. Sudah seharian kerja, libur masih beresin rumah," keluh Suwarno.

Hal yang sama dituturkan Joko (45), warga RW 11 Pondok Maharta.

"Ya sama banjir tiga kali ini sudah. Yang kemarin kita malah duluan, Maharta lebih cepat naik, sekitar jam limaan sebelum magrib," kata Joko.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Jakarta, Permukiman Warga Petogogan Terendam Banjir Setinggi Perut Orang Dewasa

Joko berharap pemerintah bisa segera melakukan upaya nyata menangani banjir yang sudah menjadi langganan di wilayahnya.

"Warga enggak butuh logistik, selama masih bisa kerja. Yang kita butuh solusi biar enggak banjir lagi," ujar Joko.

Pantauan di lokasi, warga kedua wilayah itu tengah sibuk membersihkan rumah.

Pakaian hingga kasur dijemur di depan rumah karena terendam banjir yang menerjang.

Lumpur sisa banjir pun masih terlihat berserakan di sisi-sisi jalan.

Sementara, cuaca mulai mendung, dan warga khawatir banjir kembali datang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved