Polisi Tangkap 2 Pencuri Handphone yang Bacok Korbannya Berkali-kali

Dua pelaku pencurian disertai kekerasan ditangkap Polsek Ciracas dan Polrestro Jakarta Timur.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menggelar konferensi pers mengenai penangkapan pelaku pencurian disertai kekerasan, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Dua pelaku pencurian disertai kekerasan ditangkap Polsek Ciracas dan Polrestro Jakarta Timur.

Pada Minggu (25/4/2021) lalu, sekira pukul 19.30 WIB, Achmad Fauzi menjadi korban pencurian di Jalan SMU 99 RT 05 RW 03, Ciracas, Jakarta Timur.

"Tindakan pencurian dengan kekerasan dimana TKP-nya di Jalan SMU No. 99 RT 05/RW 03 Ciracas. Kejadian itu sendiri terjadi pada tanggal 25 April 2021 sekitar pukul 19.30 WIB atau menjelang 20.00 WIB. Dua orang yang merupakan tersangka. Korban adalah Ahmad Fauzi penduduk di sekitar Jl. SMU No. 99," jelas Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan di Mapolsek Ciracas, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Hari Terakhir Pengetatan Mudik 2021, 70 Ribu Penumpang Memadati Bandara Soekarno-Hatta

Kala itu ia sedang berada di balai bambu rumahnya. Nahas, satu diantara pelaku, Riki (21) datang menghampiri sembari memegang sebilah golok.

Coba merampas handphone milik Achmad Fauzi, Riki sempat mengancam korban.

Tak gentar, korban segera merebut kembali handphonenya.

Baca juga: Politikus PDIP Sebut Banyak Camat dan Lurah di DKI Rangkap Jabatan Karena Tidak Ada Pejabat

Geram, pelaku segera menyabetkan korban dengan golok dan mengenai lengan kanan serta kiri korban.

Lanjut, korban kembali dibacok di bagian kepala lantaran terus melawan sampai datanglah Randy Alvian, pelaku lainnya yang ikut membacok punggung korban.

Atas kejadian ini korban mengalami luka bacok dan kedua pelaku sempat buron sebelum berhasil diamankan petugas.

Sementara untuk handphone korban tak berhasil dirampas lantaran kedua pelaku takut ketahuan warga.

Baca juga: Cegah Hipertensi Dengan Cek Kesehatan Rutin dan Jalani Pola Hidup Sehat

"Keduanya tentu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk barang bukti ada sepeda motor, ada handphone milik korban, ada senjata tajam. Ini semua digunakan oleh pelaku untuk melakukan kejahatannya. Pasal yang kita kenakan 365 KUHP dengan ancaman hukuman kurang lebih 9 tahun," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved