Breaking News:

90 Ribu Pemudik Terjaring Penyekatan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, 500 Positif Covid-19

Kurang lebih ada 90 ribu pemudik yang menjalani rapid tes di seluruh Posko Penyekatan yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, saat memberikan keterangan pada awak media di Posko Penyekatan SPBU Cilangkap, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Tapos, Kota Depok, Selasa (25/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan,kurang lebih ada 90 ribu pemudik yang menjalani rapid tes di seluruh posko penyekatan yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dari puluhan ribu yang menjalani rapid tes ini, sebanyak 500 di antaranya menunjukan hasil reaktif Covid-19.

“Total 90 ribuan (pemudik) yang sudah dilaksanakan pemeriksaan antigen dan ada 500-an yang positif,” ujar Sambodo di Posko Penyekatan SPBU Cilangkap, Tapos, Kota Depok, Selasa (25/5/2021).

“Kalau lihat positif rate memang kecil. Seperti disini 3.700 (pemudik) yang menjalani rapid tes antigen, yang reaktif hanya 14,” timpalnya lagi.

Namun demikian, Sambodo berujar bilamana 14 orang pemudik yang kedapatan reaktif ini tidak terjaring, maka akan sangat berbahaya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, saat memberikan keterangan pada awak media di Posko Penyekatan SPBU Cilangkap, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Tapos, Kota Depok, Selasa (25/5/2021).
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, saat memberikan keterangan pada awak media di Posko Penyekatan SPBU Cilangkap, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Tapos, Kota Depok, Selasa (25/5/2021). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

“Tapi bayangkan seandainya 500 atau 14 pemudik di Depok ini tidak kita jaring, tentu ini akan berbahaya karena dari 14 bisa jadi 30, 100, dan seterusnya,” katanya.

Menurutnya, angka Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya bisa melonjak bilamana pemudik yang kembali dari kampung halamannya ini tidak terjaring petugas di Posko Penyekatan.

Baca juga: Baru Mengaku Istri Sah Pertama Hotma Sitompul, Rosmawaty: Sakit Banget, Anak Saya Harus Diakui

Baca juga: 14 Penumpang di Terminal Pulo Gebang Terkonfirmasi Covid-19 Selama Arus Balik Mudik

Baca juga: Perkara Tak Diberi Uang Beli Rokok, Pemuda Aniaya Ibu Lalu Rampok Tukang Ojek

“Jadi angka yang sudah membaik di Jakarta bisa melonjak jika pemudik yang kembali dari kampung halamannya tidak bisa kita pastikan bahwa dia bebas Covid-19,” ujarnya.

Terakhir, Sambodo berujar pihaknya akan melihat stok persediaan alat rapid tes antigen, mengingat penyekatan ini diperpanjang hingga akhir Mei 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved