Warga Tolak Rencana Relokasi Demi Tangani Banjir Maharta, Ini Penjelasan Ketua RT

Ketua RT 5 RW 11 Pondok Maharta, Wahyu Riadi, mengatakan, sejumlah warganya menolak wacana relokasi tersebut.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Fasad Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (23/5/2021). Sebagian warga menolak rencana relokasi yang diusulkan Pemerintah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Wacana relokasi untuk penanganan banjir di Perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sudah menjadi buah bibir warganya.

Reaksipun beragam, dari mulai menolak mentah-mentah, berpikir tentang harga jual tanah hingga ada yang menganggapnya hoaks.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, wacana relokasi itu disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, sebagai solusi jangka panjang.

Benyamin akan bekerja sama dengan pengembang raksasa Jaya Real Property (JRP) untuk menyediakan lahan pindahan warga yang direlokasi.

"Strategi jangka panjang di Pondok Maharta, kita lagi mintakan ke Jaya Real Property untuk dimintakan lahan. Nanti dilakukan kajian teknis, kan itu ada beberapa rumah yang biasa banjir tuh, artinya itu daerah cekungan."

"Nah mungkin nanti berapa pilihan nanti, yang daerah cekungan yang biasa banjir itu kita jadian tandon, warganya mungkin pindah ke lokasi yang disiapkan oleh JRP, iya relokasi," papar Benyamin di Serpong pada Jumat (21/5/2021) lalu.

Oleh karenanya, Benyamin mengharapkan kesediaan warga untuk mau dipindahkan.

"Makanya saya memerlukan partisipasi dari warga itu sendiri. Karena kalau warga tidak mau tidak akan selesai," kata Benyamin.

Sementara, perkara pindah rumah tidak semudah itu bagi warga Maharta.

Ketua RT 5 RW 11 Pondok Maharta, Wahyu Riadi, mengatakan, sejumlah warganya menolak wacana relokasi tersebut.

"Kalau saya sebagai ketua RT 05 RW 09 yang lingkungan paling terdampak, paling dalam, untuk relokasi itu ada beberapa warga yang sangat menolak. Tapi itu belum semua warga kami mintakan pendapatnya," ujar Wahyu di Maharta, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, bisa saja dari warganya yang belum berpendapat juga menambah penolakan tersebut.

Wahyu justru berharap solusi cepat jangka pendek yang bisa dilakukan, agar banjir tidak terjadi lagi dalam waktu dekat.

Baca juga: Banjir Lagi! Pondok Maharta dan Kampung Bulak Tangsel Tergenang Air, Warga Tak Bisa Tidur 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved