Breaking News:

Kurir Diancam Pembeli Pakai Samurai, SiCepat Ekspres Menolak Mediasi dengan Pelaku: Kita Trauma

Perusahaan ekspedisi SiCepat Ekspres menolak untuk melakukan mediasi dengan pria yang mengancam kurirnya menggunakan pedang samurai.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kuasa Kuasa hukum SiCepat dari WLP Lawfirm, Wardaniman Larosa, mengelar konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021). Konferensi pers itu digelar terkait peristiwa pertikaian pembeli dan kurir di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Perusahaan ekspedisi SiCepat Ekspres menolak untuk melakukan mediasi dengan pria yang mengancam kurirnya menggunakan pedang samurai.

"Kita tidak mau mediasi dan tetap proses secara hukum," kata kuasa hukum SiCepat, Wardaniman Larosa, saat konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021).

Wardaniman menuturkan, aksi pelaku berinisial MDS yang menodongkan samurai telah berdampak pada psikologis korban.

"Jadi psikologisnya sudah kena, yang bisa kita lakukan adalah melapor polisi," ujar dia.

Ia menambahkan, upaya membuat laporan polisi diharapkan menjadi pembelajaran bagi pembeli untuk tidak melakukan hal serupa terhadap kurir.

Kuasa Kuasa hukum SiCepat dari WLP Lawfirm, Wardaniman Larosa, mengelar konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021). Konferensi pers itu digelar terkait peristiwa pertikaian pembeli dan kurir di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Kuasa Kuasa hukum SiCepat dari WLP Lawfirm, Wardaniman Larosa, mengelar konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021). Konferensi pers itu digelar terkait peristiwa pertikaian pembeli dan kurir di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Kita trauma. Ini baru kejadian satu, kita tak tahu kejadian-kejadian di tempat lain. Jadi kita antisipasi jangan sampai kejadian lagi," ucap Wardaniman.

Menurut Wardaniman, korban mengalami trauma pascakejadian tersebut.

"Kondisi (korban) baik-baik saja, cuma agak sedikit trauma," kata Wardaniman.

Baca juga: Siswi SMP Tiba-tiba Melahirkan Tanpa Suami, Tak Tahu Kapan Hamilnya Pelaku Ternyata Ayah Tiri

Baca juga: Kurir yang Diancam Pakai Pedang oleh Konsumen Mengalami Trauma, Pengacara: Antara Hidup dan Mati

Baca juga: Bandingkan TGUPP Era Anies dan Jokowi-Ahok, Ketua DPRD DKI: Sekarang Lebih Banyak Mudaratnya

Ia mengungkapkan, kurir tersebut trauma lantaran baru pertama kali diancam menggunakan senjata tajam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved