Breaking News:

Mengenal Sejarah Giant Supermarket, Bagaimana Nasib Ribuan Karyawan Jika Seluruh Gerai Ditutup

rencana penutupan gerai Giant di seluruh Indonesia akan berpotensi membuat tiga ribu pekerja terkena PHK.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Giant Supermarket 

KSPI juga meminta perusahaan untuk memberikan waktu yang cukup kepada serikat pekerja dalam melakukan sosialisasi tentang rencana PHK hampir tiga ribu karyawan Giant ini.  

“Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant,” ujarnya.

Disampaikan Said Iqbal, PHK hampir 3.000-an buruh ini menunjukkan bahwa omnibus law UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020 khususnya klaster ketenagakerjaan tidak sesuai dengan penjelasan para Menteri. 

Sebab selama ini mereka mengatakan bahwa omnibus law akan membuka lapangan kerja baru, mendatangkan investasi, dan mencegah terjadinya PHK.

“Fakta di lapangan menjelaskan, justru investor yang ada malah menarik investasinya dari Indonesia,” tegasnya.

Nasib karyawan

Video kesedihan karyawan Giant viral di media sosial .

Dalam video tersebut, terlihat karyawan Giant tengah berkumpul dan menyimak pengumuman dari manajemen perusahaan.

Banyak karyawanan tampak sedih dan menangis dengan keputusan tutupnya gerai Giant tersebut.

Video itu viral setelah diunggah oleh salah seorang karyawan Giant @shinta84.66, Selasa (25/5/2021) kemarin.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berencana akan fokus mengembangkan usaha IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Hal itu membuat bisnis ritel Giant akan ditutup seluruh gerainya.

Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto memastikan bahwa seluruh gerai Giant yang ada di Indonesia bakal ditutup pada akhir Juli tahun ini.

"Dengan berat hati, seluruh gerai Giant lainnya akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Dikutip dari Kompas.com, sebanyak 5 gerai Giant akan beralih merek menjadi IKEA.

Kemudian, beberapa gerai Giant lainnya dipertimbangkan untuk diubah menjadi gerai Hero Supermarket dan Guardian.

Perubahan strategi bisnis tersebut diungkapkan, sebagai respon cepat HERO untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar.

Terlebih, terkait beralihnya konsumen dari format Hypermarket dalam beberapan tahun terakhir.

Ini juga merupakan tren yang terjadi di pasar global lainnya.

"Saat ini, PT Hero Supermarket Tbk akan mengubah hingga 5 gerai Giant menjadi IKEA dan mempertimbangkan mengkonversi sejumlah gerai menjadi Hero Supermarket, serta sedang menegosiasikan sejumlah gerai untuk dialihkan kepemilikannya ke pihak ketiga," ujarnya.

Adanya perubahan strategi bisnis ini akan berdampak terhadap nasib karyawan yang bekerja di Giant.

Meskipun begitu, pihak manajemen HERO memastikan seluruh karyawan Giant yang terdampak akan mendapatkan kompensasi yang pantas di luar ketentuan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

"Kami sepenuhnya berupaya untuk memperlakukan seluruh karyawan dengan penuh empati dan rasa hormat di masa perubahan portofolio ini. Kami juga akan memberikan karyawan yang terdampak akan diberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja," ucapnya. (*) (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama/Tribunnews/Reynas Abdila)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved