Breaking News:

2 Bule Inggris Dideportasi karena Kabur Karantina, Kejari Kota Tangerang: Seharusnya Dihukum Dulu

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua warga negara asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (26/5/2021) malam mendeportasi ODE dan MM warga Inggris ke negara asalnya.

Dua orang itu sebelumnya diberitakan kabur ke Puncak, Bogor, Jawa Barat saat dalam perjalanan menuju tempat karantina di Jakarta Utata pada 7 Mei 2021.

Kepala seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kota Tangerang, Dapot Dariarma mengatakan kedua WNA tersebut seharusnya dijerat hukum terlebih dahulu.

"Selama didalam perkara itu mereka harusnya enggak boleh dideportasi, dan harus jalani hukuman dulu," kata Dapot saat dihubungi, Jumat (28/5/2021).

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Seharusnya mereka dijerat Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat (1) UU No. 6 Th. 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 14 ayat (1) UU No. 14 Th. 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Menurut Dapot, keduanya seharusnya mendapat ancaman hukuman satu tahun penjara.

Baca juga: DKI Jakarta Dapat Nilai E Soal Penanganan Covid-19, PSI Desak Gubernur Anies Tarik Rem Darurat

Baca juga: Disdik Kota Bekasi Setop Sementara Penambahan Jumlah Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya

Baca juga: Daftar Skuad Timnas Belanda di Euro 2020:Van Dijk Absen, Bintang Barcelona & Man United Jadi Tumpuan

Barulah mereka bisa dideportasi ke negara asalnya, Inggris.

"Memang terkait pasalnya tidak bisa dilakukan penahanan karena ancamannya kan dibawah lima tahun. Hanya saja dengan perkara begini kasusnya harus selesai dulu," sambung Dapot.

Diberitakan sebelumnya, Kedua warga Inggris tersebut dideportasi oleh petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Singapura Airlines SQ-965 rute Jakarta-London pada Rabu (26/5/2021) malam.

Kabid TPI Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Indra Bangsawan mengatakan, keduanya didepak dari Indonesia lantaran kabur dari kewajiban menjalani karantina setibanya di Indonesia.

Proses tindakan Keimigrasian ini dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

"Hari ini kami bersama rekan-rekan Polresta Bandara melakukan pendeportasian terhadap dua warga negara Inggris yang pada tanggal 7 Mei 2021 kabur dari proses karantina," jelas Indra di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Selain dipulangkan ke negara asalnya menggunakan biaya pribadi, kedua WN Inggris tersebut juga akan mendapat sanksi tambahan berupa penangkalan.

Baca juga: Daftar Skuad Timnas Belanda di Euro 2020:Van Dijk Absen, Bintang Barcelona & Man United Jadi Tumpuan

Maksudnya, keduanya tidak diizinkan masuk ke wilayah Indonesia selama satu tahun lamanya sejak hari ini.

"Mereka menanggung biaya tiket kepulangan ke negaranya. Selain itu kita kenakan penangkalan enam bulan dan dapat diperpanjang selama satu tahun," terang Indra.

Diberitakan sebelumnya, beralasan sakit perut ingin buang air besar, dua warga negara asing (WNA) asal Inggris kabur dari karantina selama lima hari.

Sebagaimana diketahui, setiap penumpang internasioal yang mendarat di Indonesia diwajibkan untuk melakukan karantina selama lima hari di hotel yang telah ditetapkan Satgas Udara Covid-19.

Adalah ODE (39) dan MM (32) dua warga Inggris yang setibanya di Bandara Soekarno-Hatta malah kabur sampai Puncak, Bogor demi tidak dikarantina.

Rencananya keduanya akan dikarantina di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Harusnya, kedua WN Inggris tersebut menjalani karantina selama 5 hari.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyesalkan tindakan deportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris yang melanggar aturan kekarantinaan (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Namun, keduanya nekat kabur saat berada di tengah jalan.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, penumpang pesawat Etihad EY-474 itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (7/5/2021) pukul 12.51 WIB.

"Saat tiba di Bandara (Soekarno-Hatta), keduanya menjalani pemeriksaan oleh petugas KKP dan Keimigrasian, kemudian diizinkan untuk memasuki wilayah Indonesia dengan catatan wajib menjalani karantina selama lima hari. Namun di tengah jalan, dia kabur," jelas Adi

Menurut dia, keduanya berdalih sakit perut ingin buang air besar.

Baca juga: DKI Jakarta Dapat Nilai E Soal Penanganan Covid-19, PSI Desak Gubernur Anies Tarik Rem Darurat

Lantas, sopir pembawa kedua bule tersebut mengiyakan.

Namun saat turun, keduanya mencoba kabur dengan membawa tas berisi kamera dan dokumen saja.

Saat itu, sang sopir menahan dan sempat adu mulut agar kedua WN Inggris tersebut tidak kabur.

Namun mereka keburu lari dengan tiga koper masih ditahan sang sopir.

"Selanjutnya, sopir taksi kembali ke Terminal 3 dan melapor ke Satgas Udara Covid-19. Dari Satgas Udara berkordinasi dengan Polres," jelas Adi.

"Kami pun berkordinasi dengan imigrasi untuk mencari tahu keberadaan dua WN Inggris yang kabur tersebut," sambungnya.

Dari pendalaman, pada tanggal 19 Mei 2021, keduanya terciduk ada kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

Keduanya sempat berpindah-pindah ke berbagai lokasi penginapan berbeda di Puncak Bogor, Jawa Barat.

"Mereka juga sempat melakukan kegiatan fotografi, karena ngakunya bekerja di layanan streaming dan mengaku orang penting," ungkap Kapolres.

Kini, keduanya sudah berada dalam pengawasan Polresta Bandara Soekarno Hatta dan Kedubes Inggris.

Baca juga: DKI Jakarta Dapat Nilai E Soal Penanganan Covid-19, PSI Desak Gubernur Anies Tarik Rem Darurat

Untuk kemudian akan dideportasi ke negara asalnya di Inggris, serta penyekalan untuk kembali datang ke Indonesia.

Keduanya juga disangkakan dengan Pasal 93 ayat 1 Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved