Breaking News:

Buang Limbah Sembarangan ke Kali Sodetan Angke, Perusahaan di Kapuk Muara Terancam Ditutup

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara mendapati salah satu perusahaan di wilayah Kapuk Muara, Penjaringan,

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Petugas dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara mengecek perusahaan di Kapuk Muara yang membuang limbah sembarangan ke Kali Sodetan Angke, Jumat (28/5/2021). (Dok. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara mendapati salah satu perusahaan di wilayah Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, membuang limbah sembarangan ke Kali Sodetan Angke.

Atas penemuan ini, Sudin LH Jakarta Utara mengancam akan menutup perusahaan pengolahan makanan beku itu apabila mengulangi hal serupa.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan Sudin LH Jakarta Utara, Suparman mengatakan, perusahaan itu kedapatan membuang limbah sisa-sisa produksi secara sembarangan.

Baca juga: Mural Dicorat-coret, PPSU Ini Bikin Give Away dan Rela Sisihkan Gaji yang Tangkap Pelaku Vandalisme

"Industri ini industri pengolahan makanan laut seperti bakso ikan dan otak-otak. Mereka mengalirkan air produksi otak-otak langsung dibuang ke Kali Sodetan Angke," kata Suparman saat dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021).

Akibat kelalaian perusahaan itu, air di Kali Sodetan Angke menjadi kotor dan bau akibat tercampur limbah.

Menurut Suparman, perusahaan tersebut juga membuang sisa-sisa produksi tanpa melewati instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Padahal, industri makanan beku itu sudah punya tiga instalasi yang dimaksud, namun tak dimanfaatkan secara baik.

"Mereka memiliki IPAL dengan sistem pengolahan pengendapan yang terdiri dari tiga bak, namun belum dimanfaatkan secara maksiman sesuai ketentuan," kata Suparman.

Suparman menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika dalam tiga sampai dengan lima hari pihak perusahaan belum menutup saluran pembuangan air produksinya.

"Kami akan cabut izin usahanya jika produksinya dilakukan tanpa melewati proses pengolahan air limbah di IPAL yang sudah dimiliki," kata Suparman.

"Mereka juga harus melakukan penutupan bypass pembuangan air produksi ke Kali Sodetan Angke yang diketahui tanpa melewati proses pengolahan air limbahnya," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved