Breaking News:

Dukcapil Jaksel Klaim Tren Mudik Lebaran 2021 Menurun, Strategi Penyekatan Dinilai Efektif

Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengklaim tren mudik Lebaran 2021 mengalami penurunan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Warta Kota/Desy Selviany
Ilustrasi pemudik, Foto: Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/5/2021) atau sehari menjelang diberlakukannya pelarangan mudik Lebaran 2021 - Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengklaim tren mudik Lebaran 2021 mengalami penurunan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mengklaim tren mudik Lebaran 2021 mengalami penurunan.

Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan Abdul Haris mengatakan, penurunan jumlah pemudik terlihat dari pendataan di lapangan dan laporan yang diterimanya.

"Tren pulang kampung tahun 2021 jauh lebih menurun, Indikator menurunnya dilihat dari laporan yang masuk ke Sudin Dukcapil," kata Haris dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/5/2021).

Haris menilai menurunnya jumlah pemudik salah satunya disebabkan karena penyekatan yang dilakukan polisi di titik-titik perbatasan.

"Penjagaan yang lebih ketat oleh petugas di garis perbatasan. Pengetatan mudik cukup tinggi dan cukup efektif," ujar dia.

Hingga kini tercatat sebanyak 7.989 warga Jakarta Selatan telah kembali seusai melakukan perjalanan mudik

Saat tiba di Jakarta, mereka harus menjalani tes antigen guna memastikan terbebas dari Covid-19.

Haris merincikan, sebanyak 298 warga memilih metode PCR, 2.953 antigen, dan 106 genose.

Baca juga: Ular Muncul dari Plafon Ganggu Istirahat Warga, Sudin PKP Jaktim Tangkap Ular Sepanjang 1,2 Meter

Baca juga: Final Liga Champions Man City Vs Chelsea: Fans The Citizens di Indonesia Dihantui Perasaan Was-was

Baca juga: Aksi Rizieq Tuai Sorotan saat Hakim Jatuhkan Vonis di PN Jaktim:Tetap Tenang Berdoa Sambil Berdzikir

Data tersebut berasal dari 65 Kelurahan yang di update setiap harinya oleh para RW melalui aplikasi Data Warga.

"Jumlah tersebut makin hari makin bertambah meskipun ada sekitar 4.632 warga yang belum melakukan tes," ucap Haris.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved