Breaking News:

Perjuangan Nakes jadi Pertimbangan Hakim Vonis Rizieq Bersalah Langgar Kekarantinaan Kesehatan

Majelis Hakim berpendapat kerumunan sekitar 3.000 warga terjadi di Megamendung pada 13 November 2020 lalu terbukti melanggar protokol kesehatan

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang putusan perkara kerumunan Megamendung, Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Perjuangan tenaga kesehatan turut menjadi pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Rizieq Shihab bersalah dalam kasus kerumunan di Megamendung.

Dalam sidang putusan pada Kamis (27/5/2021), Majelis Hakim menyatakan Rizieq terbukti melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dia bersalah atas kerumunan saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor.

Majelis Hakim berpendapat kerumunan sekitar 3.000 warga terjadi di Megamendung pada 13 November 2020 lalu terbukti melanggar protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.

"Bahwa penjeraan yang akan diterapkan kepada terdakwa merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para tenaga kesehatan yang hingga saat ini masih berupaya tiada henti siang malam merawat mereka yang terjangkit Covid-19," kata Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

Majelis Hakim diketuai Suparman Nyompa dengan anggota M. Djohan Arifin, dan Agam Syarief Baharudin menyatakan kerumunan tersebut berisiko memicu penularan Covid-19 meluas.

Baca juga: Rizieq Shihab Akan Jalani Sidang Tuntutan Kasus RS Ummi Bogor Pekan Depan

Padahal sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia tahun 2020 lalu hingga kini banyak tenaga kesehatan banyak tenaga kesehatan terpapar Covid-19 saat menjalankan tugasnya.

"Bahkan telah banyak menjangkiti para tenaga kesehatan itu sendiri hingga banyak tenaga kesehatan telah meninggal dunia," ujar Majelis Hakim.

Dalam putusannya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis denda Rp 20 juta kepada Rizieq yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan lima bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved