Polisi Belum Terima Laporan SiCepat Soal Toko Online yang Tipu Pembeli hingga Todong Pedang ke Kurir

Polsek Ciputat Timur belum menerima laporan dari jasa pengiriman SiCepat  terkait toko online yang menipu seorang pembeli berinsial MDS.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Viral di kurir menjadi bulan-bulanan pembeli barang saat transaksi di bilangan Jalan Musyawarah, Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (25/5/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Polsek Ciputat Timur belum menerima laporan dari jasa pengiriman SiCepat  terkait toko online yang menipu seorang pembeli berinsial MDS (43) di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kronologi kasus MDS itu bermula saat dia transaksi COD dengan seorang kurir SiCepat, di Kampung Parung Beunying, Serua, Ciputat, Tangsel, pada Selasa (25/5/2021) malam.

Dua hari sebelumnya, MDS membeli jam tangan secara online yang dilihatnya di Facebook seharga Rp 85 ribu.

Namun saat paket datang dan MDS membayar sesuai harganya, ternyata isinya kosong.

Baca juga: Viral Kasus Kurir Ditodong Pedang Karena Barang Tak Sesuai, Simak Cara Retur Barang Saat COD

MDS naik pitam, ia memarahi si kurir lantaran merasa tertipu

Si kurir meladeni omelan MDS sambil merekam menggunakan kamera ponsel.

MDS bahkan mengancam si kurir akan melaporkannya karena dianggap melakukan penipuan.

Tidak hanya berbicara dengan nada tinggi, MDS juga spontan mengeluarkan pedang dari dalam rumahnya dan menakut-nakuti si kurir

Baca juga: Beli Jam Rp 70 Ribu COD Tapi Paketnya Kosong, Pria Ini Emosi hingga Ancam Kurir Pakai Pedang: Ketipu

Baca juga: Tangis Penyesalan Pengancam Kurir COD Pakai Pedang di Ciputat: Saya Tak Punya Nyali Sakiti Orang

Video COD 40 detik itu ramai di dunia maya dan diunggah banyak akun di Instagram.

Chief Managing Officer (CMO) SiCepat Wiwin Dewi Herawati, mengatakan, pihaknya tidak hanya melaporkan MDS lantaran telah mengancam kurir, tapi juga melaporkan si toko online atau seller karena menipu MDS.

"Ya, jadi kita melaporkan itu dua ya, satu laporan terhadap pembeli yang menodongkan senjata tajam kemudian juga kita memproses juga sellernya yang melakukan penipuan," kata Wiwin melalui sambungan telepon, Jumat (28/5/2021).

Dengan dua laporan tersebut, pihak SiCepat ingin mengedukasi konsumen sekaligus penjual dalam hal ini toko online yang tidak disebutkan namanya.

"Iya betul, laporannya ke Polsek Ciputat Timur. Jadi yang kita laporan itu dua ya. Pembeli yang menodongkan senjata, yang kedua adalah kita juga mengusut sellernya," jelas Wiwin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved