Sedat Peker Ancam Beberkan Keburukan Erdogan ke Publik, Hal Ini Jadi Pemicunya

Bos kejahatan terorganisir Sedat Peker mengumbar pernyataan perang terhadap pemerintah Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.(AFP / ADEM ALTAN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bos kejahatan terorganisir Sedat Peker mengumbar pernyataan perang terhadap pemerintah Turki. Dia mengancam akan membeberkan rahasia pemerintahan Presiden Erdogan ke publik.

Hal ini diungkapkannya dalam beberapa postingannya di Twitter seraya mengancam bahwa dia bisa menjadi 'setan' terbesar bagi Turki jika pemerintahan di Ankara menggunakan taktik tidak terhormat melawan dirinya. Dia juga mengatakan siap kehilangan nyawa untuk menjadi martir atas tindakan tersebut.

Pernyataan Sedat Peker yang tengah mengasingkan diri di Dubai itu muncul beberapa jam setelah Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyatakan dukungan kepada menteri dalam negeri, Süleyman Soylu yang menjadi sasaran serangan Sedat Peker dalam sebuah video yang telah menghebohkan masyarakat Turki soal kasus-kasus korupsi. Süleyman Soylu telah membantah video yang dibuat oleh Sedat Peker.

Peker, yang kini berusia 49 tahun juga menebar isu bahwa para pejabat pemerintah Turki telah terlibat dalam serangkaian kejahatan, termasuk di antaranya sejumlah pembunuhan, korupsi dan perdagangan kokain dari Amerika Latin.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, seekor anjing yang tidak tahu bagaimana menggonggong telah memanggil serigala untuk pulang," kata Peker, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis keras Presiden Erdogan seperti dikutip dari ahvalnews.com, Jumat (28/5/2021). Dia juga mengancam akan membocorkan rahasia pemerintah lainnya.

“Apa yang akan saya ceritakan tidak akan seperti yang tertulis di majalah, saya akan menarasikannya secara detail," kata bos mafia itu. “Saya telah mengenakan pakaian martir. Sisanya saya serahkan di tangan Tuhan."

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Erdogan pada hari Rabu membela menteri dalam negeri Süleyman Soylu dan mengatakan tuduhan Peker adalah serangan terhadap negara. Erdogan bahkan melabeli Sedat Peker sebagai teroris.

"Kami mendukung menteri dalam negeri kami dalam pertempurannya dengan geng kriminal, serta organisasi teroris," kata Erdogan kepada anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di parlemen.

Baca juga: Facebook Akui Hapus Postingan Soal Palestina, Berikut Tagar yang Di-Black List

Baca juga: Kehilangan 4 Saudara kandung dan Ibunya, Bocah Korban Konflik Israel-Palestina Ini Mogok Bicara

Sementara Peker terus membuat postingan yang menyerang pemerintah Turki. Dia juga mengunggah sebuah nama seorang wanita bernama "Defne".

Bos mafia, yang saat ini bersembunyi di Dubai itu, mengancam akan mengungkapkan identitas seorang pejabat yang akan "menderita serangan jantung" bersama "Defne".

Bersamaan itu media sosial Twitter Turki heboh ketika Sedat Parker memposting narasi dan gambar sampul berita tabloid asing yang menampilkan Presiden Erdogan dan presenter TV Turki serta mantan Miss Turkey Defne Samyeli.

Selama bertahun-tahun, banyak outlet berita tabloid asing dan media sosial Turki memberitakan dugaan hubungan antara pasangan yang tidak terduga itu.

Defne Samyeli, yang juga aktris berusia 48 tahun serta ibu dari dua anak ini sejauh ini menolak keras isu itu dan menyatakan sebagai "rumor keji,". Defne juga menempuh jalur hukum melaporkan masalah tersebut.

Pada 2015, pengadilan Turki menghukum seorang pria ke penjara karena sengaja membuat situs web yang memuat foto-foto serta informasi tentang dugaan hubungan antara Erdoğan dan Samyeli yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

https://ahvalnews.com/sedat-peker/turkish-mob-boss-peker-declares-all-out-war-ankara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved