Breaking News:

Viral di Medsos

Viral Video Minta Maaf Pria yang Ancam Kurir Pakai Pedang, Tahan Tangis Ungkap Penyesalan: Saya Malu

Viral sebuah video minta maaf seorang pria yang ancam kurir pakai pedang beberapa waktu lalu.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
MDS, tersangka penodong pedang di Mapolsek Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (27/5/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Viral sebuah video minta maaf seorang pria yang ancam kurir pakai pedang beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, pria yang diketahui berinisial MDS (43) ini memakai baju tahanan oranye.

Sambil menahan tangisnya, MDS tampak menyesali apa yang diperbuatnya beberapa waktu kepada seorang kurir.

Diketahui, MDS sempat mengancam seorang kurir dengan pedang di Kampung Parung Beunying, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Baca juga: Hamil 3 Bulan, Nagita Slavina Nangis Bahagia Lihat Wajah Calon Anak Keduanya: Alhamdulilah Ya Allah

Saat itu, MDS merasa ditipu lantaran barang yang diterimanya pada Selasa (25/5/2021) malam isinya kosong.

Dua hari sebelumnya, MDS membeli jam tangan secara online yang dilihatnya di Facebook seharga Rp 85 ribu.

MDS naik pitam, ia memarahi si kurir lantaran merasa tertipu. 

Si kurir meladeni omelan MDS sambil merekamnya.

MDS bahkan mengancam si kurir akan melaporkannya karena dianggap melakukan penipuan.

Tak lama kemudian, MDS mengancam kurir tersebut untuk mengembalikan uangnya sambil mengeluarkan sebuah pedang.

Follow juga:

Hingga akhirnya video tersebut viral dan ditindak lanjut oleh pihak kepolisian.

Kini, MDS harus bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya.

MDS dikenakan pasal 368 (1) subsider pasal 2 (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951, dengan modus mengancam dengan sebilah pedang atau senjata tajam, dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Baca juga: Terkuak Hubungan Umi Pipik dan Keluarga Uje Terkini, Setelah Ngaku Pernah Dipoligami Almarhum

Dikutip dari Instagram nenk_update, terlihat video saat MDS mengurai permintaan maaf atas aksinya.

Permintaan maaf itu disampaikan MDS saat konferensi pers di Mapolsek Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (27/5/2021).

Sambil menahan tangisnya, MDS berkali-kai minta maaf dan menyesali perbuatannya.

"Saya minta maaf kepada semuanya, kepada keluarga saya, kepada instansi polisi, kepada pihak yang dirugikan, kurir. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi," tuturnya.

MDS mengaku hanya berniat menakut-nakuti kurir tersebut agar uangnya dikembalikan.

Ia menyebut tak ada nyali untuk melukai orang lain.

Baca juga: Ditembak 10 Kali Tapi Tak Tumbang, Sopir Taksi Online Bikin Begal Kocar-kacir ke Hutan: Mereka Kabur

"Yang tadi saya bilang, saya hanya sekedar menakut-nakuti saya tidak punya nyali nyakitin orang lain, tidak pernah ada niat melukai orang lain," sambungnya.

Selanjutnya, MDS mengaku malu akan perbuatannya, terutama kepada keluarga dan institusi kepolisian.

Pasalnya MDS tergabung dalam organisasi mitra polisi, tepatnya Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat FKDM Polsek Parung.

MDS menyadari, sebagai mitra kepolisian, harusnya ia bisa menjadi contoh kepada masyarkat.

Namun perbuatan spontannya menarik pedang di depan kurir hingga membuat ketakutan, begitu menciderai integritasnya.

Viral di  kurir menjadi bulan-bulanan pembeli barang saat transaksi di bilangan Jalan Musyawarah, Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (25/5/2021) malam.
Viral di kurir menjadi bulan-bulanan pembeli barang saat transaksi di bilangan Jalan Musyawarah, Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (25/5/2021) malam. (ISTIMEWA)

"Saya mitra polisi, saya malu sekali sama polisi. Saya harusnya bisa mencontohkan. Tapi sekarang saya jadi pelaku, saya menyesal dan mohon maaf sekali pada semua pihak yang merasa dirugikan," ujar MDS terisak.

Polisi usut tuntas

Kasus viral MDS (43), seorang pria asal Kampung Parung Beunying, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), yang menodongkan pedang kepada seorang kurir masih menyisakan hal yang belum usai.

Selain menjadi tersangka pidana pengancaman dan penggunaan senjata tajam, MDS juga seorang korban penipuan jual beli online.

Pernah Tertipu

Dibalik aksi penodongan pedang yang dianggap kasar bahkan kejam itu, ternyata memiliki cerita dibaliknya. 

MDS mengaku benar-benar tak berniat mengancam si kurir

Ia hanya panas lantaran tertipu untuk yang ketiga kalinya.

Sebelum peristiwa Selasa malam itu, ia sudah dua kali tertipu belanja online sebelumnya.

MDS juga sudah melakukan proses pengembalian sesuai prosedur saat tertipu sebelumnya, namun barang yang diharapkan tak kunjung datang. 

Kuasa Kuasa hukum SiCepat dari WLP Lawfirm, Wardaniman Larosa, mengelar konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021). Konferensi pers itu digelar terkait peristiwa pertikaian pembeli dan kurir di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Kuasa Kuasa hukum SiCepat dari WLP Lawfirm, Wardaniman Larosa, mengelar konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021). Konferensi pers itu digelar terkait peristiwa pertikaian pembeli dan kurir di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Sudah boleh dibilang saya sudsh ratusan kali dan udah pernah dua kali ketipu. Makanya saya sedikit trauma dan saya minta uang itu dikembalikan langsung oleh kurir, enggak melewati proses. Karena kalau lewati proses itu enggak pernah deal," ujar MDS saat konferensi pers di Mapolsek Ciputat Timur, Kamis (27/5/2021).

MDS sampai trauma. Hal itu yang membuatnya hilang kendali sampai memarahi kurir sambil menenteng pedang.

"Makanya saya agak trauma dan kemarin itu spontan aja. Saya tidak ada maksud menyakiti, karena saya tidak punya nyali untuk menyakiti orang. Saya cuma mau menakut nakuti agar uang saya kembali. Karema memang uang saya minim sekali," ujar MDS.

Baca juga: Dukcapil Jaksel Klaim Tren Mudik Lebaran 2021 Menurun, Strategi Penyekatan Dinilai Efektif

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved