Breaking News:

Banyak Lembaga Keuangan Internasional Tutup Bisnisnya, Masukan Pakar Hukum Soal Pemulihan Ekonomi

langkah sejumlah lembaga keuangan internasional yang cabut dari Indonesia harus menjadi perhatian dan warning untuk pemerintah.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNJAKARTA - PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia resmi memberhentikan kegiataannya perantara perdagangan efek (PPE) atau brokerage (broker saham) di Indonesia.

Penyebab hengkangnya Morgan Stanley menjadi buah bibir di pasar bursa Indonesia.

Aksi korporasi Morgan Stanley Sekuritas Indonesia menambah panjang daftar sejumlah broker saham dan lembaga keuangan internasional yang menghentikan bisnis di Indonesia.

Pakar hukum pidana Suparji Ahmad mengatakan, langkah sejumlah lembaga keuangan internasional yang cabut dari Indonesia harus menjadi perhatian dan warning untuk pemerintah.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak boleh terjadi.

Ia pun meminta aparat penegak hukum dalam proses penegakkan hukum harus memperhatikan aspek ekonomi.

Contohnya penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung dalam kasus Jiwasraya-Asabri.

"Ini harus menjadi perhatian Presiden Jokowi. Lebih-lebih di tengah upaya pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini. Penegakan hukum harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang," ujar Suparji kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

Menurutnya, kejaksaan harus adil dalam proses penegakan namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi di Indonesia agar tetap tumbuh.

"Langkah-langkah yang harus dilakukan tentunya harus secara prosedural dan secara efektif dan efisien dalam prosedural itu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved