Siapkan Jalur Khusus Road Bike, Polisi Ancam Tindak Goweser yang Masih Bandel Jalan di Lajur Kanan

Jalur khusus untuk sepeda balap (road bike) disiapkan untuk melindungi keselamatan dan kenayaman pesepeda

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Jalan layang non-tol (JLNT) relasi Kampung Melayu hingga Tanah Abang sedang dilakukan uji coba menjadi jalur khusus pesepeda balap (road bike), pada Minggu (23/5/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jalur khusus untuk sepeda balap (road bike) disiapkan untuk melindungi keselamatan dan kenyaman pesepeda dalam bersepeda di Ibu Kota.

Jalur khusus untuk sepeda balap (road bike) itu disiapkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Oleh karena itu, jika ada pesepeda yang masih menggunakan jalan umum atau keluar dari jalur khusus, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas.

"Kami siapkan jalur khusus 'road bike'. Setelah jalur itu operasional kita akan mulai penindakan tegas terhadap para bikers," kata Direktur Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5/2021).

Hal itu disampaikan Sambodo menanggapi banyaknya pesepeda yang menggunakan lajur kanan di jalan umum dan menutup sebagian jalan.

Fenomena tersebut banyak menuai protes dari pengguna jalan lainnya dan bahkan viral di media sosial.

Baca juga: Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Pesepeda di Jalan Sudirman, Pemotor Plat AA Viral dan Trending

Seorang pemotor yang diduga kesal jalannya terhalang oleh rombongan road bikers hingga mengacungkan jari tengahnya ke arah rombongan tersebut.

Pemotor Plat AA Acungkan Jari Tengah Pada Rombongan Goweser Hingga Trending Twitter.
Pemotor Plat AA Acungkan Jari Tengah Pada Rombongan Goweser Hingga Trending Twitter. (ISTIMEWA/Tangkap layar twitter)

Sambodo menjelaskan, jalur khusus yang tengah disiapkan oleh Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta adalah Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang.

Meski demikian, penggunaan JLNT Casablanca sebagai jalur khusus road bike masih dalam tahap uji coba dan belum menetapkan kapan jalur tersebut operasional.

Adapun sanksi untuk pesepeda ini telah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga: Melihat Lagi Aksi Arogan Rombongan Pengendara Moge Masuk Jalur Transjakarta, Cuma 4 yang Ditilang

"Ada pelanggaran UU Lalulintas. Pasal 299 UU LLAJ," katanya.

Pasal 299 UU LLAJ itu berbunyi "Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan/atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100.000.

Kemudian Pasal 122 UU LLAJ berbunyi "Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:

a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan;

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved