Breaking News:

Liga Champions

Ironi Guardiola, Buang Duit 20 Triliun Tapi Masih Gagal Juara Liga Champions Selama Satu Dekade

Kekalahan Manchester City di final Liga Champions 2020-2021 meninggalkan catatan kelam bagi sang pelatih, Pep Guardiola.

Editor: Elga H Putra
TWITTER.COM/UTDARENA
Ekspresi pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat timnya kebobolan untuk kedua kali oleh Manchester Untied pada laga pekan ke-29 Liga Inggris 2019-2020, Minggu (8/3/2020). Kekalahan Manchester City di final Liga Champions 2020-2021 meninggalkan catatan kelam bagi sang pelatih, Pep Guardiola. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kekalahan Manchester City di final Liga Champions 2020-2021 meninggalkan catatan kelam bagi sang pelatih, Pep Guardiola.

Guardiola yang sempat memegang predikat terbaik di awal kepelatihannya pada tahun 2010-an atas keberhasilannya mengantar Barcelona dua kali juara Liga Champions kini seolah sudah sirna.

Satu dekade berlalu sejak mengantarkan Barcelona juara Liga Champions di tahun 2011, Guardiola belum lagi berhasil merengkuh si kucing besar bersama tim yang dilatihnya.

Padahal dalam kurun waktu itu ada tiga tim raksasa Eropa yang dilatihnya yakni Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City.

Selama melatih ketiga klub itu, Guardiola juga dikenal jor-joran dalam berbelanja pemain bintang.

Namun semua itu belum juga membuatnya kembali sukses di panggung Eropa.

Baca juga: Terungkap Penyebab Kekalahan Man City di Final Liga Champions, Pep Guardiola Harus Tanggung Jawab

Dikenal Boros Belanja

Manchester City asuhan Pep Guardiola bertekuk lutut di hadapan Chelsea pada final Liga Champions di Porto, Sabtu (29/5/2021).

Sang juara Liga Inggris kalah 0-1 akibat gol Kai Havertz di babak pertama.

Kegagalan Guardiola membawa Man City juara pun memancing kritik deras, bukan semata dari strategi yang dipakai.

Baca juga: Performa Impresif Kante di Final Liga Champions Buatnya Sejajar Duet Maestro Legenda Barcelona

Baca juga: Final Champions: Ambisi Pep Guardiola Bawa Klubnya Raih Treble Pupus hingga Mendy Nganggur 89 Menit

Baca juga: Final Champions: Ambisi Pep Guardiola Bawa Klubnya Raih Treble Pupus hingga Mendy Nganggur 89 Menit

Salah satu reaksi menohok datang dari jurnalis Argentina, Martin Libermann, yang menilai Guardiola seperti tukang bakar duit.

"1,3 miliar euro kemudian, dan dia masih tak mendapatkannya (gelar Liga Champions)," kata Libermann dalam analisis di akun Youtube miliknya.

Komentar tersebut mengacu kepada jumlah total uang yang dikeluarkan Pep guna membeli pemain, tetapi masih saja belum bisa menjuarai Liga Champions.

Dahaga Pep akan trofi Si Kuping Besar ini terhitung setelah dia membawa Barcelona menjadi kampiun musim 2010-2011.

Pelatih kepala Chelsea di Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan tinju jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 .
Pelatih kepala Chelsea di Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan tinju jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 . (Shaun Botterill / POOL / AFP)

BolaSport.com melakukan kalkulasi sendiri menurut data di Transfermarkt mengenai berapa banyak pengeluaran Pep untuk mempersenjatai skuad demi memenangi Liga Champions.

Hitungannya dimulai sejak 2011-2012 atau setahun setelah dia mencicipi gelar Liga Champions terakhirnya.

Pada musim tersebut, Pep Guardiola menghabiskan uang 60 juta euro untuk belanja pemain.

Hasilnya, Barca gagal mempertahankan gelar karena mentok di semifinal.

Guardiola pun mundur dari kursi kepelatihan.

Terpotong tanpa klub sepanjang 2012-2013, eks gelandang jempolan timnas Spanyol itu melanjutkan karier di Bayern Muenchen.

Namun, trofi Liga Champions tak kunjung diraih Pep bersama raksasa Bundesliga kendati menghabiskan duit 205,75 juta euro selama tiga tahun (2013-2016).

Uang sebanyak itu dipakai klub merekrut total 25 pemain.

Hasilnya, langkah Bayern Muenchen selalu terhenti di semifinal tiga musim beruntun.

Padahal, semusim sebelum kehadiran Pep Guardiola, Die Roten meraih treble winners bersama Jupp Heynckes dengan menjuarai Liga Champions, Bundesliga, dan DFB Pokal 2012-2013.

Gagal memberi Si Kuping Besar untuk Bayern, Pep Guardiola hijrah ke Manchester City.

Tantangannya lebih besar karena dia punya misi memoles mental klub dengan tradisi lemah di kompetisi terelite Eropa.

Kendati sempat mengalami kesulitan di musim perdananya, Pep terbukti sanggup memanen gelar untuk Man City.

Baca juga: Final Liga Champions: Gol Pemain Termahal Chelsea Bawa The Blues unggul hingga Pertandingan Usai

Baca juga: Hasil Final Liga Champions: Chelsea Resmi Jadi Juara Usai Kalahkan Manchester City dengan Skor 1-0

Baca juga: Adu Taktik Pep Guardiola dan Thomas Tuchel di Final Liga Champions, Siapa yang Paling Jenius?

The Citizens setelah kedatangannya memenangi 10 trofi hanya dalam lima tahun.

Tiga di antaranya adalah gelar Liga Inggris.

Namun, Man City sebatas jadi jagoan di kandang karena semua titel itu diraih di pentas lokal.

City masih belum bertaji di kancah Liga Champions.

Dalam 4 tahun pertamanya, Pep hanya membawa klub melaju sampai babak 16 besar (2017) dan perempat final (2018, 2019, 2020).

Pep Guardiola gagal mempersembahkan trofi Liga Champions bagi Manchester City usai takluk dari Chelsea di partai final.

Hal ini adalah kemunduran karena sebelum Pep datang, Manuel Pellegrini sanggup finis lebih jauh di semifinal musim 2015-2016.

Peluang Man City mengubah nasib akhirnya terbuka lebar musim ini ketika mereka berhasil mencapai final perdana di Liga Champions.

Akan tetapi, Pep lagi-lagi belum diberi kesempatan menyudahi puasa gelar akibat dihajar Chelsea.

Harus diakui bahwa Liga Champions menjadi target utama Man City ketika semua kompetisi domestik sudah berhasil mereka kuasai bersama Pep.

Berapa biaya keseluruhan yang dihabiskan untuk belanja pemain demi mendukung Pep mewujudkan cita-cita terbesar klub?

Dalam 5 tahun terakhir, pengeluaran total Manchester City di sektor ini mencapai 924,9 juta euro dengan jumlah rekrutan 111 pemain.

Sehingga kalau dijumlahkan antara pengeluaran belanja musim terakhirnya di Barca dengan total pembelian di Bayern dan Man City, Pep Guardiola menghabiskan 1,19 miliar euro atau setara dengan 20,75 triliun rupiah!

Uang sebanyak itu ternyata masih harus membuat sang Pelatih Terbaik Dunia 2011 bersabar lagi.

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Pep Guardiola Si Tukang Bakar Duit, Habiskan 20 Triliun Masih Gagal Juara Liga Champions 10 Tahun

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved