Breaking News:

Soal TWK Pegawai KPK, Presiden Tak Bisa Intervensi Lembaga Negara Disebut Pertanda Positif

tes ini harus menjadi indikator untuk memastikan apakah seorang pegawai layak untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, saat diwawancarai awak media, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menilai positif kala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo terkait 75 pegawai dinonaktifkan.

Ini menjadi bukti jika lembaga antirasuah tidak bisa diintervensi, bahkan oleh pemimpin negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo agar menyiapkan solusi bagi 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), sebagai syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dirinya tidak ingin tes tersebut justru memberhentikan ke-75 pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan sebagai penyidik senior.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, KPK merupakan lembaga independen.

Sementara Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tidak hanya diselenggarakan oleh KPK saja.

Ada sejumlah lembaga dilibatkan dalam proses TWK pegawai KPK, seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Ini menjadi satu pertanda positif bahwa presiden tidak bisa mengintevensi lembaga negara. walaupun ini perlawanan dan seterusnya, kalau presiden punya posisi kepala negara bisa mengintevensi lembaga, malah lembaga kita akan kembali seperti masa lalu,” ujarnya dalam sebuah wawancara, Senin (31/5/2021).

Dirinya berharap, jangan sampai TWK ini hanya menjadi formalitas semata.

Namun, tes ini harus menjadi indikator untuk memastikan apakah seorang pegawai layak untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved