Breaking News:

Museum Macan Gelar Kolaborasi Seni Lintas Sektor, Gandeng Mufti Priyanka hingga Agan Harahap

Program ini memungkinkan perupa seni kontemporer Indonesia berkolaborasi dengan jenama, hasil kolaborasi berupa objek seni bisa dibeli masyarakat.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Museum Macan
Ilustrasi Museum Macan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Museum Macan meluncurkan kolaborasi seni lintas sektor yang semakin diperluas melalui program LaboKarya pada Senin (31/5).

Program ini memungkinkan perupa seni kontemporer Indonesia berkolaborasi dengan jenama, hasil kolaborasi berupa objek seni bisa dibeli masyarakat.

Diantara objek seni yang dihasilkan adalah pakaian dan tas kanvas.

Museum Macan menggandeng empat pasang perupa dan jenama di LaboKarya kali ini, yaitu kelompok seni Girls Pay the Bills yang berkolaborasi dengan jenama Uglyism, perupa Mufti Priyanka dengan The Goods Dept, perupa Agam Dwi Nurcahyo atau MAGAFAKA dengan UNKL347, dan perupa Agan Harahap dengan Indofood.

"Saya harap LaboKarya adalah permulaan dari lebih banyak kolaborasi dan diskusi kreatif. Ini yang membuat kami (penggiat seni) tetap aktif hingga beberapa bulan dan tahun ke depan,” terang Direktur Museum Macan Aaron Seeto dalam konferensi pers.

Kolaborasi ini juga dilakukan bersama musisi dan seniman visual, dimana produk LaboKarya ditampilkan di video musik garapan Gianni Fajri dan Bonita.

LaboKarya diketahui merupakan program lanjutan dari Museum Macan, yaitu Arisan Karya.

Baca juga: Live RCTI dan Mola TV Euro 2020, Berikut Jadwal Lengkap & Jam Tayang Penyisihan Grup Hingga Final

Arisan Karya merupakan ajang pengumpulan dana bagi seniman di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

Kegiatan ini berlangsung bertahap pada Mei hingga Juli 2020.

Ilustrasi Museum MACAN
Ilustrasi Museum MACAN (https://www.instagram.com/museummacan/)

"LaboKarya bertujuan untuk mengenalkan seniman (dan karyanya) ke brand dan masyarakat melalui produk yang bisa dipakai sehari-hari," jelas Head of Development Museum Macan Amalia Wirjono.

Adapun Perupa Mufti Priyanka menuturkan, karyanya akan digabung dengan tas kanvas produksi The Goods Dept.

Ia mengaku diberi kebebasan mengeksplorasi ide.

Baca juga: 3 Hal Penting Harus Diketahui Sebelum Daftar CPNS Kemenlu, Cek Juga Gaji & Tunjangan PNS Kemenlu

Bahkan, ia pun menggambar dengan meminjam semangat punk.

"Maknanya, ke mana pun kita melangkah, kita diberkati oleh doa ibu. Tote bag yang bisa dibawa ke mana-mana saya asosiasikan sebagai kumpulan doa ibu," beber Mufti.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved