AMK Dukung Konsep Moderasi Beragama dengan Baik

moderasi beragama merupakan sebagai reaksi menghadapi kondisi politik global saat ini yang mau tidak mau dirasakan juga oleh Indonesia.

Editor: Wahyu Aji
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menerima kunjungan Wakil Ketua Umum PN AMK Rendhika D Harsono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi berharap Ormas Kepemudaan dapat aktif dan bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam mengkampanyekan nilai-nilai moderasi beragama.

Keinginan tersebut disambut positif oleh Angkatan Muda Kabah (AMK).

Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional AMK Rendhika Deniardy Harsono mengatakan, moderasi beragama merupakan sebagai reaksi menghadapi kondisi politik global saat ini yang mau tidak mau dirasakan juga oleh Indonesia.

"Kami sangat merasakan bagaimana kondisi politik global sekarang ini yang sangat rentan dengan isu-isu suku, agama, dan ras. Kita harus menyikapinya dengan cerdas dan benar jika tidak ingin terkotak kotak," kata Rendhika di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Terpenting, tegas Ketua DPP PPP ini, moderasi beragama merupakan bukti komitmen seluruh rakyat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"NKRI merupakan karya terindah para maestro pendiri republik ini yang terbukti berhasil mengakomidir kebhinekaan rakyat Indonesia yang multi etnis dan kultural," ujarnya.

Rendhika menjelaskan, AMK sendiri memiliki program moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Program ini menyasar kalangan milenial.

"Kaum milenial adalah calon penerus pemimpin bangsa. Mereka mutlak dibekali pengetahuan dan pemahaman bernegara secara luas, salah satunya soal konsep moderasi beragama," ujar Rendhika.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi saat menerima Wakil Ketua Umum PN AMK Rendhika D Harsono menyampaikan harapannya kepada Ormas Kepemudaan dapat aktif dan bersinergi dengan Kemenag dalam mengkampanyekan nilai-nilai moderasi beragama. 

Zainut mengatakan, sikap moderat dan seimbang harus menjadi nilai yang dikembangkan di ormas kepemudaan.

"Saya titipkan betul hal ini,” ucap Zainut kepada Rendhika di Kantor Kementerian Agama, Jalan. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, keterlibatan ormas kepemudaan seperti AMK sangat diperlukan untuk mengawal proses moderasi beragama dengan baik.

Dengan begitu ke depannya, ormas kepemudaan dapat merawat kebangsaan dan keindonesiaan ini dengan baik.

Dijelaskannya, sebagai bangsa, Indonesia terlahir dengan wilayah yang sangat luas. Di dalamnya terdapat beragam suku, adat, budaya, serta agama.

Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama adalah sebuah keniscayaan.

“Keragaman itu harus dikelola dengan baik untuk kita bisa bersatu,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap AMK dapat menjadi benteng moral dan akhlak di tengah arus deras informasi dan komunikasi.

AMK harus memberikan contoh yang baik kepada generasi muda. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved