Breaking News:

Anies Baswedan Disarankan Fokus Tangani Covid-19 Ketimbang Sibuk Urus Sepeda Road Bike

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengurusi polemik sepeda road bike.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Jalan layang non-tol (JLNT) relasi Kampung Melayu hingga Tanah Abang sedang dilakukan uji coba menjadi jalur khusus pesepeda balap (road bike), pada Minggu (23/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengurusi polemik sepeda road bike.

Ia pun menyarankan orang nomor satu di ibu kota ini fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 yang belakangan mulai menunjukan tren meningkat.

“Lebih baik Anies Baswedan fokus kerja urus penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta,” ucapnya, Rabu (2/6/2021).

Sepeda road bike belakangan menjadi polemik setelah viral di media sosial pemotor yang mengacungkan jari tengah ke arah rombongan sepeda yang melintas di sisi kanan jalan.

Hal ini pun menuai pro dan kontra lantaran banyak pihak yang mempertanyakan keberadaan para pesepeda di jalur kanan Jalan Sudirman-Thamrin.

Padahal, Pemprov DKI telah menyediakan jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

Banyak juga yang menilai, keberadaan pesepeda itu justru mengganggu arus lalu lintas dan bisa memicu terjadinya kecelakaan.

Walau demikian, Azas Tigor menilai, Anies tidak perlu repot-repot mengeluarkan aturan baru soal sepeda road bike itu.

Baca juga: Izinkan Sepeda Melintas di Jalan Sudirman-Thamrin, Anies Disebut Arogan dan Egois

Baca juga: Pemprov DKI Permanenkan JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang Jadi Jalur Sepeda Road Bike

Baca juga: Gubernur Anies Tak Main-main Fasilitasi Pesepeda, Izinkan Sudirman Thamrin Jadi Lintasan Road Bike

Sebab, ada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan yang jelas menyebut, pesepeda wajib menggunakan jalur paling kiri.

“Tidak usah urus road bike karena sudah ada peraturannya. Jalan raya ya untuk sarana transportasi, bukan untuk road bike,” ujarnya.

Ia pun mendorong pihak kepolisian untuk menindak tegas pesepeda yang masih nekat melintas bukan di jalur sepeda.

Menurutnya, tindakan tegas juga perlu diambil pihak kepolisian demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

“Ayo polisi tindak tegas pesepeda road bike, jika mereka melanggar undang-undang. Tindakan tegas adalah untuk keselamatan pesepeda road bike itu sendiri dan penggu jalan lainnya,” kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved