Breaking News:

Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Anak Korban: Ayah Sudah Pikun

Identitas jasad pria yang ditemukan mengambang di Kali Ciliwung, Sukmajaya, Kota Depok, pada Selasa (1/6/2021) kemarin berhasil diketahui.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Jasad korban tersangkut di aliran Kali Ciliwung, Selasa (1/6/2021).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com. Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Identitas jasad pria yang ditemukan mengambang di Kali Ciliwung, Sukmajaya, Kota Depok, pada Selasa (1/6/2021) kemarin berhasil diketahui.

Siang tadi, pihak keluarga juga telah mendatangi Polsek Sukmajaya untuk proses pengurusan mengambil jasadnya.

 “Keluarganya telah datang, dan menyatakan bahwa mayat yang tenggelam adalah anggota keluarganya (ayah),” ujar Kapolsek Sukmajaya, AKP Syafri, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/6/2021).

Dari keterangan anak korban, Syafri mengatakan, diketahui korban berinisial BA (63) dan berprofesi sebagai buruh lepas, serta tinggal di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Ia juga mengatakan, sang anak mengakui bahwa ayahnya yang sudah mulai Pikun, hilang sejak pukul 07.00 WIB.

Jasad korban ketika dievakuasi petugas, Selasa (1/6/2021).  
Jasad korban ketika dievakuasi petugas, Selasa (1/6/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

“Anaknya menyatakan bahwa ayahnya hilang jam 07.00 WIB pagi , ayahnya sudah pikun, dan penyebab kematiannya kemungkinan terpeleset di kali pada saat mau buang air besar,” jelasnya lagi.

Sang anak juga menolak jasad ayahnya diotopsi, dan membuat surat pernyataan keberatan.

Baca juga: Petugas Kebersihan Kemalingan Motor saat Bertugas, DLH Kota Tangerang Langsung Beri Bantuan

Baca juga: Siap-siap, 300 Sekolah di DKI Jakarta Bakal Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Mulai 7 Juni

Baca juga: Berikut Bacaan Shalawat Nariyah Lengkap Beserta Arti, Ini Keutamaan Bagi yang Membacanya

“Jadi yang mengakui korban adalah anggota keluarganya itu anaknya. Anaknya kemudian membuat pernyataan yang isinya keberatan untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.

“Ia menerima kematian ayahnya sebagai musibah, dan jenazahnya akan dibawa pulang untuk dimakamkan, kemudian  tidak menuntut kepada siapapun,” timpalnya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved