Viral di Media Sosial

Tom MC Ifle Dihujat, Sebut Orang Sering Izin Sakit Tak Beneran Sakit dan Sabotase Perusahaan

Video motivator bisnis Tommcifle di viral di media sosial, hingga memicu pro kontra warganet.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Tom MC Ifle Sebut Karyawan Sering Sakit Ingin Sabotase Perusahaan 

Sebab secara alamiah manusia, termasuk di dalamnya pekerja aau karyawan tidak menutup kemungkinan dapat mengalami sakit. 

"Kalau yang namanya sakit itu kan gak bisa ditolak. Dalam konteks hubungan kerja juga dalam konvensi ILO juga diatur perlindungan bagi pekerja yang mengalami sakit," kata Ikrar, kepada Kompas.com, Selasa (1/6/2021).

ILO merupakan Organisasi Perburuhan Internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus menangani ketenagakerjaan.

Hak istirahat bagi pekerja yang sakit tercantum dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

"Kalau dalam Undang-Undang 13, UU Cipta Kerja itu juga ada landasan. Mengatur ada perlindungan bagi pekerja/buruh yang sakit," terang Ikrar.

Baca juga: Kereta Kencana dari Candi Borobudur Mejeng di Taman Mini Indonesia Indah, Pengunjung Bisa Selfie Lho

Izin sakit di UU Ketenagakerjaan

Izin sakit yang diberikan pada karyawan telah diatur dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), yang dinyatakan sebagai berikut:
(1). Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan;

(2). Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila:

Pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

Pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

Selain itu, Pasal 153 UU Ketenagakerjaan menegaskan dua poin penting terkait PHK dan cuti sakit, yakni:

Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan pekerja/buruh berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus.

Mekanisme perusahaan

Baca juga: Puluhan Warga Positif Covid-19, RT 01 RW 04 Semper Barat Terapkan Lockdown

Izin sakit pekerja yang disebut menyabotese bisnis perusahaan, menurut Ikrar, juga harus melihat kembali mekanisme yang diterapkan perusahaan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved