Viral di Media Sosial

Tom MC Ifle Dihujat, Sebut Orang Sering Izin Sakit Tak Beneran Sakit dan Sabotase Perusahaan

Video motivator bisnis Tommcifle di viral di media sosial, hingga memicu pro kontra warganet.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Tom MC Ifle Sebut Karyawan Sering Sakit Ingin Sabotase Perusahaan 

"Harus ada mekanisme pengaturan bagaimana izin sakit itu. Dalam beberapa perusahaan diatur, misalnya ada surat izin dokter dan surat sakit," ujar Ikrar.

Sabotase atau izin sakit palsu tidak akan terjadi jika perusahaan memiliki mekanisme yang jelas.

"Kalau mekanismenya jelas, pandangan pekerja sakit akan menyabotase perusahaan, saya pikir itu tidak berdasar juga ya," imbuh Ikrar.

Upah pekerja yang sakit

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono.

Menurut Kahar, menganggap pekerja yang izin sakit mensabotase bisnis terlalu berlebihan.

"Karena tidak ada orang yang mau sakit kan. Kalau dia benar-benar sakit ya harus diberikan istirahat," ucap Kahar, saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, Selasa (1/6/2021).

Bahkan, menurut undang-undang yang berlaku, pekerja yang sakit harus tetap diberi upah dan tidak boleh diberi Penahanan Hak Kerja (PHK).

Baca juga: Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Pria Meninggal Jasadnya Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung

"Kalau perusahaan tidak membayar upah buruh yang tidak masuk kerja karena sakit, itu ada sanksi pidananya. Begitu juga ketika perusahaan melakukan PHK karena buruhnya sedang sakit," jelas Kahar.

Pekerja/buruh tetap mendapat upah bahkan jika sakit berulang sampai 12 bulan.
Bahkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Nomor 2021, pekerja/buruh yang sakit tetap berhak mendapatkan upah.

Pada Pasal 40 ayat (3) huruf a, rincian upah bagi pekerja sakit, meliputi:

untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100 persen (seratus persen) dari Upah;

untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75 persen (tujuh puluh lima persen) dari Upah;

untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50 persen (lima puluh persen) dari Upah; dan

untuk bulan selanjutnya dibayar 25 persen (dua puluh lima persen) dari Upah sebelum Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan oleh Pengusaha.

"Tentu saja definisi sakit, yang punya otoritas untuk menentukan apakah si buruh sakit atau tidak kan dokter," imbuh Kahar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Viral Anak Buah Izin Sakit Disebut Sabotase Bisnis, Ini Kata Kemnaker dan Serikat Pekerja

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Viral Tiktok Sebut Karyawan Sering Izin Sakit Ingin Sabotase Perusahaan, Dr Tirta:Sampean Berbahaya (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved