Pembelajaran Tatap Muka

Tanpa Izin Dinas Pendidikan, Sekolah di Jaktim Diam-diam Gelar Pembelajaran Tatap Muka: Abai Prokes

Sebuah sekolah swasta di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur diam-diam menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

ISTIMEWA
Ilustrasi pembelajaran tatap muka - Sebuah sekolah swasta di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur diam-diam menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebuah sekolah swasta di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur diam-diam menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Padahal, Dinas Pendidikan DKI Jakarta baru akan menyelenggarakan PTM tahap kedua pada 7 Juni hingga 24 Juni mendatang.

TONTON JUGA

Informasi ini diperoleh dari portal pengaduan masyarakat yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta (crm.jakarta.go.id).

Dalam laporan bernomor LP210527B9SG itu disebutkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Al Ihsan Attahiriyah III menggelar PTM pada 25 Mei 2021 lalu.

Parahnya lagi, pihak sekolah mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dari foto yang diunggah pelapor, tampak pihak sekolah tak membagi kelas menjadi beberapa regu belajar.

Para siswa pun duduk berdekatan dan tak bisa menjaga jarak satu sama lain.

Baca juga: Tersangka Korupsi Dana Hibah Miliaran Rupiah, Bendahara KONI Tangsel Ditahan di Rutan Serang 20 Hari

Baca juga: Kepala Dinas Perhubungan Depok: Stasiun Pondok Rajeg Akan Diaktifkan Kembali

Baca juga: Kotak Amal Warteg di Ciracas Digasak Maling, Wajah Pelaku Terekam CCTV

Kabar ini pun dibenarkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur Linda Siregar.

Ia pun menyebut, pihak Sudin Pendidikan telah memberi teguran terhadap sekolah yang berada di wilayah Cipinang Besar Selatan, Jatinegara itu.

"Iya benar. Tapi sudah kami tindak, kami tegur karena memang tidak boleh pertemuan tatap muka kecuali yang sudah lolos verifikasi kita, segala persyaratan terpenuhi," ucapnya, Jumat (4/6/2021).

TONTON JUGA

Linda menyebut, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan sidak untuk meminta keterangan dari pihak pengurus sekolah.

Dari keterangan pihak sekolah, Linda menyebut, PTM dilakukan setelah para siswa mendapat restu dari orang tua.

Meski demikian, ia menyebut, keputusan itu menyalahi aturan lantaran sekolah harus melewati serangkaian asesmen sebelum benar-benar dibuka di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok, Sabtu 5 Juni 2021: Aries Kekasihmu Menunggu Komitmen Tuh!

"Alasan mereka hampir semua orang tua menginginkan PTM. Tapi kan ada persyaratan lain yang harus dipenuhi, pertama kesiapan sarana prasarana, kedua dari kesiapan guru, dan ketiga baru izin orang tua," ujarnya saat dihubungi TribunJakarta.com.

Untuk itu, sanksi tertulis pun diberikan kepada pihak sekolah dan Sudin Pendidikan meminta mereka menghentian kegiatan PTM tersebut.


Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved